Trump Tak Ingin Perang dengan Iran

    Sonya Michaella - 17 Mei 2019 09:15 WIB
    Trump Tak Ingin Perang dengan Iran
    Presiden AS Donald Trump. (Foto: AFP).
    Washington: Seorang pejabat Gedung Putih mengonfirmasi bahwa Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump tidak ingin berperang dengan Iran. Trump juga telah memerintahkan tim keamanan nasional untuk menjaga situasi Timur Tengah.

    "Dia (Trump) tidak ingin berperang. Trump tidak ingin ada konflik bersenjata dengan Iran," kata pejabat anonim tersebut, dikutip dari AFP, Jumat 17 Mei 2019.

    Meski tidak ingin berperang, namun Trump menegaskan dirinya akan melindungi kepentingan nasional AS di kawasan. Sebelumnya, Trump membantah telah mengirimkan pasukan tambahan sebanyak 120 ribu orang ke Timur Tengah.

    Ketegangan meningkat dalam beberapa hari terakhir antara AS dan Iran di mana munculnya laporan bahwa Iran akan menyerang pasukan AS di Timur Tengah. Hal ini membuat AS langsung mengirimkan sejumlah pesawat pengebom B-52 ke kawasan tersebut.

    Juru Bicara Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih Garret Marquis pun mengonfirmasi bahwa AS tidak akan mengajak Iran berperang, selama Iran tidak menyinggung kedaulatan negara tersebut.

    Baca: Ancaman Iran Meningkat, AS Minta Diplomatnya Tinggalkan Irak

    "Apa yang dikatakan Trump sudah jelas, AS tidak akan berkonflik dengan Iran. Dia terbuka untuk berbicara dengan pemimpin Iran. Namun, kami tetap melindungi kepentingan AS di kawasan," ucap Marquis.

    Sementara itu, AS telah menarik sejumlah diplomatnya dari Irak dengan alasan ancaman Iran semakin meningkat. Pekan lalu, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo menerima laporan bahwa 'aktivitas Iran' meningkat terutama terhadap warga AS yang berada di Irak. 

    Menanggapi hal itu, para pejabat pemerintahan Irak meyakini bahwa mereka akan berada di depan garda AS untuk menahan segala ancaman yang datang dari Iran.
     
    "Tidak ada ancaman yang datang dari pasukan yang didukung Iran di Irak dan Suriah. Kami akan selalu menjadi musuh bagi siapa saja yang mengganggu kedaulatan AS," ungkap salah satu pejabat pemerintahan Irak.

    Selain pesawat, di jalur laut, AS juga mengirim armada dengan kapal induk USS Abraham Lincoln ke Timur Tengah. Awalnya, pengiriman ini dilakukan bulan depan. Namun mengingat ancaman dari Iran dirasa semakin kuat, AS memutuskan pengiriman dipercepat.




    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id