Pengacara Trump Desak Pengadilan Pemakzulan Diakhiri

    Arpan Rahman - 29 Januari 2020 18:56 WIB
    Pengacara Trump Desak Pengadilan Pemakzulan Diakhiri
    Presiden AS Donald Trump terancam dimakzulkan. Foto: AFP
    Washington: Pengacara yang membela Presiden Amerika Serikat Donald Trump terhadap dua tuduhan pemakzulan menyimpulkan argumen pembukaan, Selasa. Mereka menyerukan Senat mengakhiri persidangan dengan pembebasan.

    Penasihat Gedung Putih Pat Cipollone berkata kepada para senator bahwa mereka harus melakukan apa yang benar "dalam hatimu" dan "mempertahankan Konstitusi kita."

    "Anda tahu ini harus berakhir. Anda tahu ini mesti disudahi,” tegasnya.

    Cipollone mengulangi argumen yang dibuatnya pada Sabtu, mengatakan bahwa untuk mencopot Trump dari jabatannya berarti "merobek setiap surat suara di seluruh negeri ini" untuk pemilihan presiden 2020.

    "Apa yang mereka (Demokrat) minta Anda lakukan adalah menyingkirkan tanpa dasar presiden yang sukses menjelang pemilu dan melanggar Konstitusi," katanya. "Mengapa tidak mempercayai rakyat Amerika dengan keputusan ini?" tanyanya, disitat dari UPI, Selasa 28 Januari 2020.

    Tim Trump tidak menghabiskan 24 jam penuh yang menjadi hak mereka untuk menyampaikan argumen.

    Dipimpin oleh Cipollone dan pengacara Jay Sekulow, tim pembela mengatakan ingin membuat kasusnya "cepat" dan "efisien," dan mengkritik manajer Demokrat karena mengambil semua waktu yang disediakan pekan lalu.

    Trump dituduh menyalahgunakan kekuasaan dan menghalangi Kongres karena hubungannya dengan Ukraina tahun lalu. Tuduhan mengatakan presiden menggunakan bantuan militer yang disetujui Kongres dan kunjungan Gedung Putih yang potensial sebagai pengaruh untuk menekan Kiev agar mengumumkan penyelidikan calon presiden Demokrat Joe Biden dan putranya Hunter Biden, mantan anggota dewan untuk perusahaan gas Ukraina, Burisma.

    Artikel kedua mengatakan Trump mengganggu penyelidikan pemakzulan DPR dengan menolak bekerja sama dan menentang panggilan pengadilan untuk mencegah pejabat pemerintah bersaksi dalam penyelidikan.

    Pemimpin Senat dari Partai Republik Mitch McConnell mengatakan persidangan pemakzulan akan berlanjut ke tahap interogasi. Senator masing-masing akan memiliki total 16 jam, 8 jam untuk masing-masing partai, buat bergantian mengemukakan pertanyaan selama dua hari.

    Pada akhir argumen pembelaan Selasa, manajer pemakzulan DPR AS Adam Schiff menyerukan agar Senat mengizinkan saksi dan dokumen.

    "Sampai saat ini, semua senator telah mendengar argumen. Pengadilan yang jujur melibatkan saksi, dan itu melibatkan dokumen," katanya.

    Tim hukum Trump pada Senin berupaya mendiskreditkan kasus Demokrat dengan berargumen bahwa presiden tidak pernah membuat bantuan militer Ukraina bersyarat untuk menyelidiki kedua beranak Biden.

    Profesor hukum Harvard, Alan Dershowitz berpendapat bahwa dakwaan terhadap Trump tidak memenuhi kriteria "kejahatan tinggi dan kesalahan hukum" yang diperlukan untuk pemakzulan oleh Konstitusi AS.

    Senat Republik sudah menolak seruan Demokrat agar memasukkan saksi dan memperkenalkan bukti baru di persidangan Senat. Tetapi sebuah laporan Senin yang merinci isi buku baru oleh mantan penasihat keamanan nasional John Bolton memiliki potensi untuk berubah pandangan.

    Laporan New York Times mengatakan dalam buku itu, Bolton membangun hubungan yang jelas antara bantuan Ukraina yang ditahan Trump dan upaya menyelidiki anak-beranak Biden. Dalam buku itu, kata sebuah laporan, Bolton mengakui dia langsung diberitahu oleh Trump bahwa bantuan itu akan ditahan sebagai imbalan atas janji Kiev untuk menyelidiki kedua pria itu -- sebuah klaim yang dibantah Trump di Twitter, Senin.

    Setidaknya dua senator GOP, Mitt Romney dari Utah dan Susan Collins dari Maine, mengatakan laporan itu, jika benar, meningkatkan kemungkinan para Republikan juga ingin mendengar dari para saksi. Pemungutan suara untuk memasukkan saksi dan bukti diperkirakan di persidangan beberapa saat setelah tahap pemeriksaan.

    Pada Senin, tim pembela Trump menolak dampak laporan New York Times. "Tidak ada dalam bocoran Bolton, bahkan jika benar, akan naik ke tingkat penyalahgunaan kekuasaan atau pelanggaran yang tidak dapat ditembus," bantah Dershowitz.

    Namun, panggilan untuk saksi dapat meningkat setelah Departemen Energi AS merilis lebih dari 100 halaman dokumen Selasa malam yang terhubung dengan proses pemakzulan.

    Menanggapi gugatan Undang-Undang Kebebasan Informasi yang diajukan oleh American Oversight, departemen merilis 139 halaman catatan tentang delegasi administrasi Trump yang dipimpin oleh Menteri Energi saat itu Rick Perry ke Ukraina pada Mei.

    Menurut dokumen itu, Perry, yang menolak untuk bersaksi dalam penyelidikan pemakzulan di DPR, bersama dengan saksi kunci Duta Besar AS untuk Uni Eropa Gordon Sondland dan mantan Utusan Khusus untuk Ukraina Kurt Volker, mengupayakan kebijakan pemerintahan Trump atas Ukraina di Keiv.

    Poin-poin pembicaraan yang terkandung dalam kumpulan dokumen untuk pertemuan Perry dengan Presiden Volodymyr Zelensky menyatakan bahwa AS dan Uni Eropa siap untuk bekerja dengan mereka, "tetapi Anda harus berkomitmen membuat pilihan sulit terhadap korupsi dan reformasi tata pemerintahan yang baik."

    Setelah ditanyai, majelis akan membahas berbagai kemungkinan gerakan, seperti pemungutan suara untuk saksi atau langkah untuk memberhentikan kasus tersebut. Gedung Putih, bagaimanapun, telah mengindikasikan tidak akan berupaya menghentikannya.



    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id