AS dan Rusia Saling Menyalahkan Soal Perjanjian Nuklir

    Marcheilla Ariesta - 23 Agustus 2019 17:27 WIB
    AS dan Rusia Saling Menyalahkan Soal Perjanjian Nuklir
    Reaktor nuklir terapung milik Rusia. (Foto: AFP).
    Washington: Rusia dan Amerika Serikat (AS) saling menyalahkan karena mengabaikan perjanjian kontrol senjata pada rudal. Moskow memperingatkan 'perlombaan' pamer senjata yang dilakukan Washington.

    Washington juga menuntut rincian ledakan misterius baru-baru ini yang menewaskan lima ahli nuklir Rusia.

    Rusia menyerukan pertemuan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) setelah uji coba rudal AS yang dilarang dalam Perjanjian Nuklir 1987 (INF). Kesepakatan nuklir ini gagal dilakukan setelah kedua negara memutuskan menarik diri dari perjanjian tersebut.

    Wakil Duta Besar Rusia untuk AS, Dmitry Polyansky mengatakan AS munafik. Dia menambahkan, Washington sengaja melanggar perjanjian INF.

    "AS penuh dengan kemunafikan. Mereka secara konsisten melakukannya, dan sengaja melanggar perjanjian INF selama beberapa waktu," katanya, dilansir dari AFP, Jumat, 23 Agustus 2019.

    Pernyataan Polyansky dibalas oleh pelaksana tugas Duta Besar AS di Rusia, Jonathan Cohen. Menurutnya, Rusia yang lebih dulu melanggar kesepakatan INF tersebut.

    "Lebih dari satu dekade lalu mereka (Rusia) melanggar kewajiban perjanjian INF dan telah mengerahkan banyak batalion rudal jelajah peluncur darat," kata dia.

    "Kemampuan rudal jelajah itu bisa menyerang Eropa," imbuh dia.

    Pertemuan dewan ini menunjukkan adanya ketidakpercayaan keduanya mengenai kekuatan nuklir. Selain itu, menimbulkan kecemasan terhadap negara-negara lain yang juga tengah meningkatkan kecanggihan senjata mereka.

    Sekutu-sekutu Amerika di NATO menyalahkan Rusia atas gagalnya kesepakatan tersebut. Menurut Wakil Duta Besar Prancis untuk AS, Anne Gueguen, kesepakatan ini sudah mati.

    Sementara itu koordinator politik Inggris, Stephen Hickey, mengatakan tindakan Rusia membahayakan keamanan internasional. "Rusia dan pola agresi mereka merupakan ancaman nyata terhadap perdamaian dan keamanan internasional," serunya.

    Perjanjian INF antara Amerika Serikat dan Uni Soviet ditandatangani untuk menekan aktivitas nuklir kala itu. Namun, per 2 Agustus 2019 lalu, AS memutuskan keluar dari perjanjian ini, disusul Rusia.



    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id