Bersitegang dengan Iran, AS Imbau Maskapai Waspadai Timteng

    Arpan Rahman - 19 Mei 2019 17:04 WIB
    Bersitegang dengan Iran, AS Imbau Maskapai Waspadai Timteng
    Pesawat maskapai Delta Airlines. (Foto: AFP)
    Washington: Badan Penerbangan Federal Amerika Serikat (FAA) mengimbau maskapai-maskapai komersil untuk selalu waspada saat terbang di wilayah Teluk Persia atau Teluk Oman. Imbauan ini merupakan bentuk antisipasi AS atas meningkatnya ketegangan dengan Iran.

    Dirilis belum lama ini, pesan tersebut juga telah dikirim ke semua diplomat AS. Disebutkan dalam imbauan mengenai adanya risiko bahaya terhadap pesawat-pesawat AS yang terbang di kawasan.

    "Peningkatan aktivitas militer dan ketegangan politik di kawasan dapat menimbulkan risiko keamanan terhadap operasional penerbangan sipil AS," ungkap pesan dari FAA, dilansir dari laman UPI, Sabtu 18 Mei 2019.

    FAA menambahkan pesawat yang terbang di Timur Tengah "mungkin akan mengalami gangguan GPS dan jenis lainnya, yang dapat terjadi begitu saja tanpa peringatan."

    Perusahaan asuransi Llyod's of London mengeluarkan peringatan serupa terhadap kapal apapun yang melewati perairan Timteng. Oman dan Uni Emirat Arab telah masuk kategori negara-negara rentan bagi operasional pelayaran setelah terjadinya serangan terhadap empat tanker di lepas pantau UEA belum lama ini.

    Zona udara di Teluk Persia merupakan jalur utama pesawat yang datang dari arah AS menuju Bandara Internasional Dubai di UEA. UEA dan Qatar juga telah mengeluarkan imbauan serupa seperti AS, namun tetap melanjutkan operasional penerbangan seperti biasa.

    Rabu kemarin, AS menarik semua staf non-darurat dari Kedutaan Besar AS di Baghdad, Irak. Penarikan merupakan bentuk antisipasi terhadap kemungkinan adanya ancaman dari Iran, negara tetangga Irak.
     
    Perusahaan Exxonn Mobil juga telah menarik semua staf asing mereka, berjumlah sekitar 60, dari Irak.
     
    Merespons keributan mengenai perang, Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif menegaskan dirinya yakin perang tidak akan meletus di kawasan.

    Alasannya sederhana, karena menurut Menlu Zarif, Iran tidak menginginkan terjadinya konflik. Pemerintah AS juga telah mengatakan bahwa Washington tidak berniat memulai perang.

    Baca: Bahrain Minta Semua Warganya Tinggalkan Iran dan Irak



    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id