16 Ton Kokain Disita dalam Operasi Terbesar di AS

    Arpan Rahman - 19 Juni 2019 19:08 WIB
    16 Ton Kokain Disita dalam Operasi Terbesar di AS
    Ilustrasi oleh Medcom.id.
    Philadelphia: Sekitar 16,5 ton kokain ditemukan di sebuah kapal dalam salah satu penyitaan narkoba terbesar dalam sejarah Amerika Serikat.

    Kokain itu -- diperkirakan bernilai lebih dari USD1 miliar -- ditemukan di MSC Gayane di Terminal Peti Kemas Philadelphia.
    Obat-obatan itu ditemukan tersembunyi di tujuh kontainer pengiriman di atas kapal, kata seorang pejabat kepada ABC News.

    Ivan Durasevic dan Fonofaavae Tiasage, keduanya anggota kru di kapal tersebut, telah dituduh berkonspirasi untuk memiliki kokain di atas kapal yang tunduk pada yurisdiksi AS.

    Keduanya membantu memuat obat-obatan ke kapal kontainer saat itu di laut, menurut pernyataan tertulis.

    Empat belas kapal mendekati kapal selama perjalanannya yang paling baru dan anggota kru dituduh membantu memindahkan obat-obatan dari kapal-kapal itu.

    Pengacara AS yang berbasis di Philadelphia William McSwain berkata: "Jumlah kokain ini dapat membunuh jutaan warga."

    Pemilik MSC Gayane, yang telah melakukan perjalanan dari Chile ke Eropa ketika berhenti di Philadelphia, mengatakan "menangani masalah ini dengan sangat serius".

    Dalam sebuah pernyataan, MSC Mediterranean Shipping Co, mengatakan: "Sayangnya, perusahaan pelayaran dan logistik dari waktu ke waktu terkena masalah perdagangan orang.

    "MSC memiliki sejarah yang sudah lama bekerja sama dengan badan penegak hukum federal AS untuk membantu mengacaukan perdagangan narkotika ilegal dan bekerja sama dengan Kepabeanan dan Perlindungan Perbatasan AS," cetusnya, dinukil dari SkyNews, Rabu 19 Juni 2019.

    "MSC berkomitmen untuk bekerja dengan pihak berwenang dan kelompok industri di seluruh dunia guna meningkatkan keamanan rantai pasokan internasional dan memastikan bahwa praktik ilegal ditangani dengan segera dan tuntas oleh otoritas terkait," pungkasnya.

    Sebagian besar kokain dunia dikonsumsi di AS dan Kementerian Luar Negeri AS memperingatkan pada 2017 tentang "tanda-tanda yang mengganggu" bahwa penggunaan dan ketersediaan obat itu "meningkat untuk pertama kalinya dalam hampir satu dekade".

    Baru-baru ini, para pelaku perdagangan mencoba membuka pasar baru untuk obat ini dengan mencampurkannya dengan fentanyl.

    Fentanyl adalah salah satu opioid sintetis yang bertanggung jawab atas ribuan kematian setahun di AS dan presiden negara itu Donald Trump menggambarkan krisis opioid sebagai "darurat kesehatan masyarakat nasional".



    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id