PBB Sambut Baik Tawaran Houthi Mengenai Arab Saudi

    Arpan Rahman - 22 September 2019 09:19 WIB
    PBB Sambut Baik Tawaran Houthi Mengenai Arab Saudi
    Utusan Khusus PBB untuk Yaman Martin Griffiths (tengah) saat tiba di Sanaa, Yaman, 16 Juli 2019. (Foto: AFP/MOHAMMED HUWAIS)
    New York: Utusan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Yaman Martin Griffiths menyambut baik tawaran dari pemberontak Houthi yang berniat menghentikan seluruh serangan terhadap Arab Saudi. Tawaran ini membuka peluang untuk mengakhiri konflik berdarah di Yaman yang telah berlangsung selama bertahun-tahun.

    "Implementasi dari inisiatif Houthi ini dapat mengirimkan pesan yang kuat mengenai keinginan mengakhiri perang," kata Griffiths, disitir dari AFP, Minggu 22 September 2019.

    Houthi, kelompok yang menguasai Sanaa dan beberapa area lainnya di Yaman, telah berperang melawan koalisi militer pimpinan Arab Saudi sejak 2015. Tawaran ini dinilai sebagai angin segar di tengah konflik yang disebut PBB telah memicu bencana kemanusiaan terbesar di era modern.

    "Saya menyambut baik keinginan (Houthi) untuk mencapai solusi politik demi mengakhiri konflik," ucap Griffiths, dalam pernyataan resmi yang dirilis dari kantor pusat PBB di New York, Amerika Serikat.

    Jumat 20 September lalu, Houthi menawarkan diri untuk mengakhiri segala bentuk serangan terhadap Arab Saudi. Tawaran itu disebut sebagai bagian dari inisiatif perdamaian.

    Saudi menyambut baik tawaran Houthi, namun tetap waspada. Menteri Luar Negeri Adel al-Jubeir menegaskan bahwa Riyadh "menilai pihak tertentu lewat perbuatan mereka, bukan sekadar kata-kata."

    Griffiths menegaskan tawaran Houthi ini merupakan momen yang sangat penting untuk dimanfaatkan. Ia menilai semua pihak harus merespons tawaran ini dengan langkah konkret, demi mengurangi aksi kekerasan dan mengakhiri perang.

    Tawaran Houthi muncul usai terjadinya serangan pesawat tanpa awak atau drone ke dua fasilitas minyak Saudi akhir pekan kemarin. Houthi mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut.

    Namun Amerika Serikat tidak memercayai klaim Houthi, dan menuduh Iran berada di balik serangan tersebut. Menlu AS Mike Pompeo mengatakan pihaknya tidak melihat ada indikasi drone yang menyerang fasilitas minyak Saudi di Abqaiq dan Khurais berasal dari Yaman.

    Konflik Yaman telah menewaskan puluhan ribu orang, yang sebagian besarnya adalah warga sipil, dan membuat jutaan lainnya berada di jurang kelaparan.



    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id