Mantan Presiden Brasil Serang Petahana Jair Bolsonaro

    Willy Haryono - 10 November 2019 14:05 WIB
    Mantan Presiden Brasil Serang Petahana Jair Bolsonaro
    Mantan presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva diarak para pendukungnya di Sao Bernardo do Campo, 9 November 2019. (Foto: AFP / Nelson ALMEIDA)
    Sao Bernardo do Campo: Mantan presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva menyampaika pidato berapi-api di hadapan ribuan pendukungnya di Sao Bernardo do Campo, Sabtu 9 November. Pidato disampaikan satu hari usai dirinya dibebaskan dari penjara.

    Dalam pidatonya di hadapan para pekerja logam, Lula menyerang Presiden Brasil Jair Bolsonaro dan sejumlah tokoh lainnya yang telah membuat dirinya dijebloskan ke penjara atas tuduhan korupsi. Bolsonaro sempat menyebut Lula sebagai seorang "penjahat." 

    "Dia (Bolsonaro) terpilih untuk meminta masyarakat Brasil, dan bukan untuk memerintah para milisi di Rio de Janeiro," ucap Lula, dikutip dari laman AFP, 9 November 2019.

    Lula diarak massa saat tiba di markas besar serikat pekerja logam di Sao Bernardo do Campo, yang terletak dengan kota terbesar di Brasil, Sao Paulo. Massa berebut untuk dapat memeluk dan juga berjabat tangan dengan Lula.

    Terdapat sebuah spanduk besar bergambar wajah Lula di lokasi pidato. Banyak orang yang datang mengenakan baju berwarna merah sembari mengibarkan bendera bertuliskan "bebaskan Lula."

    "Saya senang mereka akhirnya membebaskan dia (Lula) dari penjara atas kejahatan yang tidak pernah dilakukannya," kata Roque Enrique, seorang demonstran, kepada AFP.

    Tamara Blanco, 38, mengatakan bahwa Lula adalah "presiden terbaik Brasil sejauh ini." Ia mengaku yakin bahwa Lula, cepat atau lambat, akan dibebaskan dari penjara.

    Lula, seorang tokoh sayap kiri, telah memimpin Brasil dari tahun 2003 hingga 2010, dan hingga kini masih menjadi seorang sosok populer. Ia dibebaskan usai Mahkamah Agung Bolivia menyatakan bahwa seorang terdakwa atau terpidana baru bisa dijebloskan ke penjara jika opsi banding mereka telah habis.

    Dalam pemilihan umum tahun lalu, Lula adalah salah satu capres favorit. Namun dirinya dijebloskan ke penjara karena terjerat skandal korupsi perusahaan minyak Petrobas. Pemilu tersebut dimenangkan kandidat sayap kanan, Bolsonaro.
     
    Karena tersangkut kasus korupsi, Lula tidak diizinkan untuk ikut serta dalam pemilu atau acara politik lainnya. Ia telah membantah semua tudingan korupsi, dan menyebut kasusnya ini "bermuatan politik."



    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id