AS Tegaskan Tidak Akan Cabut Sanksi Baru Iran

    Arpan Rahman - 27 Januari 2020 15:00 WIB
    AS Tegaskan Tidak Akan Cabut Sanksi Baru Iran
    Presiden AS Donald Trump. (Foto: AFP)
    Washington: Presiden Donald Trump menegaskan Amerika Serikat tidak akan mencabut sanksi ekonomi terhadap Iran sebelum adanya perjanjian nuklir baru yang disepakati negara-negara Timur Tengah. AS telah menjatuhkan kembali sanksi kepada Iran usai menarik diri dari perjanjian nuklir 2015.

    Pernyataan Trump didasarkan pada wawancara Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif dengan surat kabar Der Spiegel pada Jumat kemarin.

    "Iran ingin bernegosiasi dengan Amerika Serikat, tapi ingin sanksinya dicabut terlebih dahulu. Tidak, terima kasih!" tulis Trump di Twitter, disitat dari UPI, Minggu 26 Januari 2020.

    Ia kemudian mengunggah pernyataan yang sama, namun dalam bahasa Farsi. 

    Di hari yang sama, Zarif merespons pernyataan Trump. "Trump seharusnya berkomentar atau membuat keputusan terkait kebijakan luar negeri berdasarkan fakta-fakta yang ada, bukan dari berita Foxnews atau penerjemah bahasa Farsi-nya," ungkapnya di Twitter.

    Mengklarifikasi bahwa Iran tidak memohon pencabutan sanksi kepada AS, Zarif mengunggah kutipan wawancaranya bersama Der Spiegel:

    - Der Spiegel: Apakah Anda sudah mengesampingkan kemungkinan adanya negosiasi dengan AS usai kematian (Jenderal Qassem) Soleimani?

    - Zarif: Tidak, saya tidak pernah mengesampingkan kemungkinan perubahan sikap dari seseorang. Bagi kami, tidak penting siapa yang berkuasa di Gedung Putih. Hal terpenting adalah perilaku mereka. Pemerintahan Trump dapat memperbaiki kesalahannya di masa lalu, mencabut sanksi dan kembali ke meja negosiasi. Kami masih berada di fase perundingan. Merekalah pihak yang meninggalkan (perjanjian nuklir 2015). AS telah menyakiti masyarakat Iran. Akan datang hari saat mereka harus mendapat kompensasi atas tindakan tersebut. Saat ini kami masih terus bersabar.


    Pada 10 Januari, pemerintahan Trump secara resmi mengumumkan rangkaian sanksi ekonomi terbaru terhadap Iran. Tambahan sanksi ini merupakan hukuman atas peluncuran belasan misil ke dua pangkalan militer yang menampung pasukan AS di Irak.

    Belasan misil itu merupakan serangan balasan Iran atas kematian Soleimani di tangan AS.

    Menteri Luar Negeri Mike Pompeo dan Menteri Keuangan Steven Mnuchin mengatakan, rangkaian sanksi terbaru ini juga bertujuan meredam industri nuklir Iran.



    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id