Perang Dagang, Trump Janji Tetap Diam Soal Hong Kong

    Willy Haryono - 05 Oktober 2019 12:00 WIB
    Perang Dagang, Trump Janji Tetap Diam Soal Hong Kong
    Presiden AS Donald Trump (kiri) bersama Presiden Tiongkok Xi Jinping di Osaka, Jepang, 29 Juni 2019. (Foto: AFP/BRENDAN SMIALOWSKI)
    Washington: Presiden Amerika Serikat Donald Trump dikabarkan menjanjikan Presiden Tiongkok Xi Jinping via telepon bahwa dirinya akan tetap diam dan tidak mengintervensi isu gelombang protes di Hong Kong.

    Mengutip dua sumber yang mengetahui percakapan tersebut, kantor berita CNN menyebut Trump berjanji tetap diam soal Hong Kong asalkan negosiasi perang dagang dengan Tiongkok terus berlanjut.

    Dalam sambungan telepon pada Juni itu, Trump dan Xi juga dikabarkan membicarakan dua kandidat calon presiden untuk pemilihan umum AS 2020. Kedua kandidat itu adalah mantan Wakil Presiden AS Joe Biden dan Senator Elizabeth Warren.

    Senada dengan CNN, Financial Times juga melaporkan pada Juli lalu bahwa Trump berjanji tidak akan menyuarakan dukungan terhadap gelombang protes pro-demokrasi di Hong Kong. Sebagai gantinya, Trump meminta agar negosiasi perang dagang dengan Tiongkok kembali dibuka.

    Dilansir dari Business Insider, Sabtu 5 Oktober 2019, belum diketahui pasti apakah CNN dan Financial Times menyinggung mengenai percakapan yang sama antara Trump dan Xi.

    Sejauh ini negosiasi perang dagang AS dan Tiongkok masih mandek. Bulan ini, AS dijadwalkan menerapkan 30 persen tarif terhadap barang-barang Tiongkok senilai USD250 miliar atau setara Rp3.533 triliun.

    CNN menyebut transkrip pembicaraan Trump dan Xi tersimpan di sebuah sistem elektronik dengan pengamanan tinggi. Sistem itu juga yang menyimpan transkrip percakapan antara Trump dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy.

    Percakapan antara Trump dan Zelenskiy, yang dibocorkan seorang pembocor rahasia atau whistleblower, telah berujung pada dimulainya penyelidikan pemakzulan terhadap petahana. Dalam percakapannya pada Juli lalu itu, Trump meminta Zelenskiy untuk menyelidiki Hunter Biden, anak dari Joe Biden.

    Fraksi Partai Demokrat di Dewan Perwakilan Rakyat AS menilai Trump telah melanggar konstitusi negara dengan menekan seorang pemimpin asing demi kepentingan politik.



    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id