Bantu Akhiri Perang Afghanistan, Pakistan akan Temui Taliban

    Willy Haryono - 24 Juli 2019 09:22 WIB
    Bantu Akhiri Perang Afghanistan, Pakistan akan Temui Taliban
    PM Pakistan Imran Khan berbicara di US Capitol, Washington, 23 Juli 2019. (Foto: AFP/Getty/CHIP SOMODEVILLA)
    Washington: Perdana Menteri Imran Khan mengaku akan bertemu kelompok militan Taliban saat nanti dirinya pulang ke Pakistan. Janji bertemu ini merupakan salah satu kontribusi Pakistan dalam membantu mengakhiri perang di Afghanistan yang telah berlangsung sekitar 18 tahun.

    Pernyataan Khan disampaikan saat dirinya melakukan kunjungan kenegaraan ke Washington, Amerika Serikat. Di sana, ia sempat berdiskusi mengenai Afghanistan dengan Presiden Donald Trump.

    "Saya akan bertemu Taliban, dan akan mencoba meyakinkan mereka untuk berbicara dengan pemerintah Afghanistan," tutur PM Khan, disitat dari laman AFP, Selasa 23 Juli 2019. Selama ini, Taliban menolak bernegosiasi langsung dengan pemerintah Afghanistan.

    Berbicara di Institute for Peace di AS, Khan mengaku pernah dihubungi perwakilan Taliban beberapa bulan lalu, usai dirinya menang dalam pemilihan umum 2018. Kala itu PM Khan menolak bertemu Taliban karena pemerintah Afghanistan tidak merestui.

    Menurut PM Khan, Taliban selalu berusaha menghubungi dirinya karena memiliki pandangan bahwa konflik di Afghanistan tidak dapat diselesaikan dengan aksi militer.

    "Karena itulah, saya yakin memiliki kredibilitas dan kepercayaan di kalangan mereka (Taliban)," lanjutnya.

    Selain Trump, PM Khan juga telah bertemu Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo, yang menekankan pentingnya kerja sama antar kedua negara. Pompeo juga menilai Pakistan memiliki peran signifikan dalam membantu "mendorong proses perdamaian di Afghanistan."

    Baca: Afghanistan Minta Klarifikasi Trump Soal Klaim Perang

    Sementara itu utusan AS untuk Afghanistan, Zalmay Khalilzad, telah bertolak menuju Kabul pada Senin 22 Juli untuk melanjutkan prosed dialog damai dengan Taliban. Dari sana, dirinya akan bertolak ke Doha, Qatar.

    Sejumlah pertemuan antara AS dan Taliban digelar di Qatar, dan yang terbaru berlangsung pada 9 Juli di Doha.

    Sejauh ini, penghalang utama menuju kesepakatan damai adalah penolakan Taliban untuk bernegosiasi langsung dengan pemerintah Afghanistan.

    "Hal ini tidak akan mudah. Tapi saya merasa jika kita semua bekerja bersama-sama, akan ada kesempatan untuk mendorong perdamaian di Afghanistan," sebut Khalilzad.

    AS berusaha mencapai kesepakatan damai dengan Taliban sebelum berlangsungnya pemilu Afghanistan pada September mendatang. Khan menekankan bahwa pemilu Afghanistan tersebut haruslah "inklusif dan juga melibatkan Taliban."




    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id