737 MAX 8 Dilarang Terbang, Ribuan Penumpang Kanada Terpengaruh

    Fajar Nugraha - 14 Maret 2019 09:06 WIB
    737 MAX 8 Dilarang Terbang, Ribuan Penumpang Kanada Terpengaruh
    Salah satu pesawat Boeing 737 MAX 8 milik Air Canada yang dilarang terbang. (Foto: AFP).
    Toronto: Keputusan Kanada untuk melarang operasional pesawat Boeing 737 MAX 8 berbuah kekacauan pada jadwal penerbangan. Ribuan penumpang terpaksa menerima pembatalan dari jadwal penerbangan mereka.

    Baca juga: Kanada Larang Operasional Boeing 737 MAX 8 dan 9.

    Memasuki pekan yang sibuk ini sulit ditemukan transportasi alternatif. Maskapai WestJet mengatakan beberapa pesawat yang Boeing 737 MAX yang mendarat pada Rabu, akan dilarang terbang hingga Jumat.

    Kondisi ini menyulitkan penumpang seperti  Aaron Oram, istrinya, saudara perempuannya dan keponakannya. Mereka baru saja mendarat dari Florida ketika berita larangan terbang itu muncul.

    Penerbangan lanjutan mereka dari Toronto ke St. John's, N.L. - kata teks Air Canada - telah dibatalkan. Ini adalah korban keputusan pemerintah federal untuk mendaratkan pesawat Boeing 737 MAX di negara itu.

    Segalanya menjadi lebih buruk. Setelah mengantri selama dua jam, keluarga Oram akhirnya dijadwalkan dengan penerbangan baru - yang tidak akan berangkat sampai waktu yang sama Kamis. Dan sementara itu, kamar hotel yang harus mereka pesan tidak akan ditanggung pihak Air Canada.

    “Saya 100 persen untuk keamanan. Saya merasa lega mereka mengeluarkan perintah pelarangan,” kata warga Glovertown itu, warga dalam sebuah wawancara dari bandara Pearson, Toronto.

    “(Tapi) aku berkata‘ Ini bukan salahku, bukan salah cuaca. Peralatan mereka yang ditarik dari langit. Jika mereka membeli dari Airbus, kami tidak akan berada di hotel saat ini,” tegas Oram, seperti dikutip CBC, Kamis 14 Maret 2019.

    Sebelumnya Menteri Transportasi Kanada Marc Garneau mengatakan, pemberitahuan keselamatan ini untuk semua operator udara, baik domestik maupun asing, dari Boeing 737 MAX 8 dan 9 dari kedatangan, keberangkatan maupun pesawat sejenis yang berada atau lewat wilayah udara Kanada.

    Garneau mengatakan, keputusan ini diambil setelah kementerian menerima data baru yang menunjukkan kesamaan antara kecelakaan Ethiopian Airlines dengan Lion Air JT610 di Indonesia. 



    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id