Dunia Kutuk Putusan Pembunuh Khashoggi oleh Arab Saudi

    Fajar Nugraha - 24 Desember 2019 18:25 WIB
    Dunia Kutuk Putusan Pembunuh Khashoggi oleh Arab Saudi
    Jamal Khashoggi dikenal sebagai pengkritik keras Kerajaan Arab Saudi. Foto: AFP
    Washington: Vonis pengadilan Arab Saudi yang membebaskan ajudan Putra Mahkota Pangeran Mohammed bin Salman atas pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi, secara global dikutuk sebagai parodi keadilan. Tetapi Amerika Serikat (AS) justru mendukung putusan tersebut.

    Lima orang yang tidak disebutkan namanya dijatuhi hukuman mati pada Senin. Sementara tiga orang lainnya dijatuhi hukuman penjara total 24 tahun atas pembunuhan kolumnis Washington Post tahun lalu di Konsulat Jenderal Arab Saudi di Istanbul, Turki pada Oktober 2018.

    Putusan itu menggarisbawahi upaya Arab Saudi untuk membalik halaman tentang salah satu krisis diplomatik terburuk yang menodai reputasi global Putra Mahkota Mohammed bin Salman. Hal ini memicu pengawasan ketat terhadap catatan hak asasi manusia dari Arab Saudi.

    Namun, kasus ini masih akan tetap membuat pusing kepala bagi Arab Saudi meskipun ia berusaha untuk mengubah citra internasionalnya menjelang KTT G20 tahun depan di Riyadh.

    Seorang pejabat Kementerian Luar Negeri AS memuji putusan tersebut sebagai ‘langkah penting’ dalam meminta pertanggungjawaban pelaku.

    "Kami mendesak mereka agar lebih transparan dan meminta semua orang bertanggung jawab," pejabat itu menambahkan, seperti dikutip AFP, Selasa, 24 Desember 2019.

    Tetapi putusan itu dicerca oleh Turki, yang menyebutnya sebagai "skandal" hasil yang telah memberikan ‘impunitas’ kepada mereka yang telah mengirim para pembunuh. Turki  dalam referensi tampaknya terselubung untuk Pangeran Mohammed bin Salman.

    Riyadh menggambarkan pembunuhan itu sebagai operasi jahat yang tidak melibatkan putra mahkota.

    Namun baik CIA dan utusan khusus PBB Agnes Callamard secara langsung mengaitkan Pangeran Mohammed dengan pembunuhan itu, tuduhan yang dibantah keras oleh kerajaan.

    "Intinya: para pembunuh bayaran bersalah, dijatuhi hukuman mati," kata Callamard di Twitter, menyebut putusan itu sebagai "ejekan".

    "Dalang tidak hanya berjalan bebas. Mereka hampir tidak tersentuh oleh investigasi dan persidangan,” pungkas Callamard.



    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id