Didera Krisis, Venezuela Bayar Tiongkok, Kuba, Rusia Miliaran Dolar

    Arpan Rahman - 29 November 2019 08:40 WIB
    Didera Krisis, Venezuela Bayar Tiongkok, Kuba, Rusia Miliaran Dolar
    Warga Venezuela melakukan protes menentang kekuasaan Presiden Nicolas Maduro. Foto: AFP
    Caracas: Venezuela membayar sekitar USD5 miliar atau Rp70,5 triliun minyak untuk Kuba dan Tiongkok dan melakukan pembelian militer dari Rusia senilai ratusan juta dolar tahun ini di tengah krisis ekonomi yang sedang berlangsung.

    Hal ini disampaikan seorang diplomat Amerika Serikat di Venezuela, sebagai bukti bahwa rezim tidak berupaya meringankan keadaan buruk ini terhadap rakyatnya.

    Elliott Abrams, perwakilan khusus AS untuk Venezuela, mengatakan kepada wartawan di Washington, DC, bahwa Presiden Nicolas Maduro yang ditentang memiliki uang untuk membeli makanan dan obat-obatan bagi rakyatnya. Tetapi memilih untuk tidak melakukan, malah memutuskan untuk melunasi hutang ke negara-negara asing dan menandatangani kontrak militer demi "alat untuk menekan orang-orangnya sendiri."

    “Tahun lalu, pemerintah Maduro mengirim hampir USD3 miliar atau Rp42,3 triliun minyak ke Tiongkok guna mengurangi utangnya kepada Negeri Tirai Bambu itu, sekitar USD900 juta atau Rp12,6 triliun ke Kuba dan membayar Rosneft, sebuah perusahaan minyak Rusia, lebih dari USD1,5 miliar dan menandatangani USD209 juta dalam kontrak militer dengan Rusia untuk pesawat jet, helikopter militer, dan peranti serupa lainnya,” kata Abrams.

    "Rezim di Caracas dapat membeli semua makanan dan obat yang diinginkannya, termasuk di Amerika Serikat, dan pada kenyataannya, telah membeli makanan di Amerika Serikat sepanjang tahun ini," katanya.

    "Masalahnya bagi Venezuela adalah belum membeli cukup. Padahal mereka punya uang," cetusnya, disitat dari UPI, Jumat, 29 November 2019.

    AS sudah menerapkan tekanan diplomatik dan ekonomi pada Venezuela melalui berulang kali jatuhnya sanksi untuk memaksa Maduro mundur. Awal tahun ini, Majelis Nasional negara Amerika Selatan itu menganggap terpilihnya Maduro kembali pada 2018 sebagai pemimpin adalah tidak sah. Pemimpin oposisi Juan Guido menunjuk dirinya sendiri sebagai presiden sementara serta mendapatkan dukungan dari lebih dari 55 negara dalam melakukan hal itu.

    Maduro berhasil mempertahankan kekuasaan meskipun didera tekanan internasional dan kesulitan dalam negeri, yang ia tuduh atas sanksi AS yang semakin ketat.

    Abrams membela sanksi pada Rabu, dengan mengatakan bahwa semua indikator menunjukkan masalah ekonominya dimulai pada 2014, jauh sebelum AS mulai menerapkan tekanan penuh pengadilan pada 2017, yang ingin ditingkatkan.

    "Maksud saya adalah ada sumber daya yang tersedia untuk rezim, tetapi memilih untuk mencurinya atau menggunakannya buat membayar Tiongkok, Rusia, dan Kuba daripada untuk membeli makanan dan obat-obatan, dan menggunakan makanan untuk mengendalikan populasi," imbuhnya.

    "Tidak ada solusi untuk masalah-masalah mengerikan yang dihadapi setiap hari oleh Venezuela saat rezim Maduro berkuasa karena rezim Maduro menciptakan masalah-masalah itu dan memperburuknya," dia berkata.

    Sejak mengambil alih kekuasaan, pemerintahan Trump menjatuhkan lebih dari 132 sanksi terhadap rezim, termasuk terhadap 82 pejabat pemerintah Venezuela dan militer, menurut Layanan Penelitian Kongres.

    Meskipun Maduro masih berkuasa, Amerika Serikat akan melanjutkan rezim sanksi dan ada rencana untuk memperkuatnya, kata Abrams.

    "Kami ingin melihat sanksi bekerja lebih baik dan ada sejumlah perusahaan di seluruh dunia dan individu di seluruh dunia yang mencoba penghentian sanksi, itulah sebabnya Departemen Keuangan terus menemukan target baru untuk sanksi kami," katanya. "Tapi kami pikir dana yang tersedia untuk rejim berkurang. Hari-hari yang mereka miliki 10 tahun lalu sudah berakhir," sambungnya.

    "Kami akan melanjutkan program sanksi kami dan berusaha membuatnya bekerja lebih baik dan lebih baik," pungkasnya.



    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id