Kepala Militer Myanmar Dilarang Masuk ke AS

    Marcheilla Ariesta - 17 Juli 2019 12:58 WIB
    Kepala Militer Myanmar Dilarang Masuk ke AS
    Kepala Panglima Militer Myanmar Min Aung Hlaing. (Foto: AFP/YE AUNG THU)
    Washington: Amerika Serikat menjatuhkan sanksi kepada Panglima Militer Myanmar, Aung Hlaing dan para pemimpin militer lainnya terkait Rohingya. Mereka dituding terkait dengan pembunuhan di luar hukum terhadap etnis minoritas tersebut.

    Sanksi yang diberikan berbentuk larangan masuk ke AS.

    "Kami tetap khawatir bahwa pemerintah Myanmar tidak mengambil tindakan yang diperlukan untuk meminta pertanggungjawaban mereka atas pelanggaran hak asasi manusia," tutur Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo, dilansir dari Channel News Asia, Rabu, 17 Juli 2019.

    Pompeo mengatakan baru-baru ini terungkap bahwa Min Aung Hlaing memerintahkan pembebasan tentara yang dihukum atas pembunuhan di luar hukum di desa Inn Din pada 2017. "Ini salah satu contoh mengerikan dari berlanjutnya, dan kurangnya, pertanggungjawaban dari militer Myanmar," kata Pompeo.

    "Panglima Tertinggi membebaskan para penjahat ini setelah hanya mendekam beberapa bulan di penjara. Sementara, wartawan yang memberitahu dunia tentang pembunuhan di Inn Din dipenjara selama lebih dari 500 hari," ungkap Pompeo.

    Pembantaian Inn Din diliput oleh dua wartawan kantor berita Reuters, Wa Lone dan Kyaw Soe Oo. Mereka menghabiskan lebih dari 16 bulan di balik jeruji besi atas tuduhan memiliki dokumen rahasia negara. Keduanya dibebaskan usai mendapat amnesti pada 6 Mei lalu.

    Pengumuman sanksi AS disampaikan dalam Konferensi Tingkat Menteri Internasional mengenai Kebebasan Beragama yang diselenggarakan Pompeo di Kementerian Luar Negeri dan dihadiri oleh perwakilan etnis Rohingya.

    Tindakan keras yang dilakukan militer Myanmar pada 2017 mengakibatkan lebih dari 730 ribu Muslim Rohingya melarikan diri ke negara tetangga Bangladesh. Penyelidik Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengatakan bahwa operasi militer Myanmar meliputi pembunuhan massal, pemerkosaan geng, dan pembakaran yang dapat dikategorikan kejahatan terhadap kemanusiaan.

    Baca: PBB Temukan Kegagalan Sistemik dalam Penanganan Rohingya




    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id