Kartel Meksiko Bantai Sembilan Warga Sipil

    Medcom - 08 November 2019 13:57 WIB
    Kartel Meksiko Bantai Sembilan Warga Sipil
    Upacara pemakaman korban penembakan kartel La Linea di Meksiko. Foto: AFP
    Meksiko City: Kepolisian Meksiko menuduh bahwa kelompok pengedar narkoba yang dikenal ‘La Linea’ membantai sembilan wanita dan anak-anak tak berdosa. Diduga mereka dibunuh atas kekeliruan identitas.

    Tiga wanita dan enam anak-anak, yang memiliki kewarganegaraan ganda Amerika Serikat-Meksiko, tewas dalam penembakkan massal ketika mereka melaju di jalur pedesaan antara Sonora dan Chihuahua pada Senin.

    Delapan anak-anak lainnya berhasil melarikan diri, enam dari mereka mengalami luka-luka. Kasus ini menyebabkan kepanikan di kedua sisi perbatasan dan mendorong Presiden AS Donald Trump untuk menyerukan perang terhadap kartel Meksiko.

    Kepala staf gabungan militer Meksiko, Homero Mendoza, mengatakan pemerintah memercayai pembantaian itu dilakukan oleh La Linea, kartel narkoba yang berbasis di Chihuahua.

    “La Linea mengirim pasukan ke wilayah pegunungan tanpa perizinan sehingga serangan itu terjadi untuk menangkis potensi bentrokan oleh musuh bebuyutan, Los Salazar, yang berbasis di Sonora, akhir-akhir ini,” jelas Mendoza, dinukil dari AFP, Jumat, 8 November 2019.

    “Namun, sebagian keluarga bersikeras bahwa orang yang mereka cintai sengaja dijadikan sasaran,” ucap dia.

    "Saya harus menekankan bahwa tidak ada peperangan antar kartel dan tidak ada baku tembak yang membuat keluarga kami terlibat. Mereka dibunuh dan dibantai hanya oleh satu kartel dari Chihuahua," kata anggota keluarga Lafe Langford Jr kepada AFP.

    Adran LeBaron, sosok ayah dan kakek dari beberapa korban, mengatakan bahwa menurut dua anak yang masih hidup, bibi mereka keluar dari mobil SUV-nya, disandera dan diancam dengan senjata.

    "Jadi di mana letak kekeliruan identitasnya? Tidak ada kesalahan di sini," ucapnya kepada jaringan TV Meksiko Televisa.

    Dua keluarga yang terlibat, LeBarons dan Langfords, menjadi sasaran kelompok kriminal di masa lalu.

    Benjamin LeBaron, pendiri kelompok penanggulangan kejahatan bernama SOS Chihuahua, dibunuh pada 2009 setelah ia memimpin demonstrasi atas penculikan saudara lelakinya yang berusia 16 tahun. Kemudian, dia dibebaskan setelah keluarganya menolak membayar tebusan.





    Penulis: Rifqi Akbar



    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id