PBB Desak Meksiko Lindungi Jurnalis dan Aktivis

    Sonya Michaella - 27 Agustus 2019 19:00 WIB
    PBB Desak Meksiko Lindungi Jurnalis dan Aktivis
    Ilustrasi/Medcom.id.
    Mexico City: UNHRC atau Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk HAM mendesak Pemerintah Meksiko untuk meningkatkan perlindungan terhadap jurnalis dan aktivis HAM.

    Menurut laporan, sedikitnya 12 jurnalis dan 13 aktivis HAM telah tewas terbunuh dalam tahun ini. Angka tersebut hampir melampaui jumlah tahun lalu.

    "Meksiko harus segera mengubah undang-undang perlindungan jurnalis dan aktivis. Meksiko juga harus sadar bahwa mereka masuk dalam daftar negara yang berbahaya bagi jurnalis," kata Kepala UNHRC Jan Jarab, dikutip dari AFP, Selasa 27 Agustus 2019.

    Kekhawatiran badan PBB ini menimbulkan soal seberapa besar Presiden Andres Manuel Lopez Obrador melihat isu perlindunga HAM tersebut sebagai prioritas.

    Jumlah total pembunuhan di Meksiko juga terus meningkat. Setiap hari, di negara tersebut, pasti ditemukan satu hingga dua jasad yang tewas terbunuh.

    "Meksiko kurang memiliki pengakuan yang cukup untuk pekerjaan pembela HAM dan jurnalis," lanjut dia.

    Meski demikian, tidak ada tindak lanjut bagi para pelaku. Pemerintah Meksiko dianggap diam untuk kasus yang dianggap sudah menjadi salah satu akar permasalahan negara tersebut.

    Bahkan, Reporters Without Borders menempatkan Meksiko sebagai negara ketiga paling berbahaya untuk jurnalis, setelah Afghanistan dan Suriah, yang kini sedang dilanda perang.




    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id