Turbulensi Parah, 30 Penumpang Turkish Airlines Terluka

    Arpan Rahman - 10 Maret 2019 15:12 WIB
    Turbulensi Parah, 30 Penumpang Turkish Airlines Terluka
    Pesawat maskapai Turkish Airlines. (Foto: AFP/Fabrice COFFRINI)
    New York: Turbulensi dahsyat melanda sebuah pesawat maskapai Turkish Airlines yang bertolak dari Istanbul, Turki, menuju New York, Amerika Serikat pada Sabtu 9 Maret. Kencangnya guncangan di dalam pesawat membuat 30 penumpang terluka.

    Para korban luka dibawa dari Bandara Internasional John F Kennedy di New York ke beberapa rumah sakit terdekat. Sebagian besar dari mereka dirawat atas luka benturan, sayatan dan memar.

    Menurut juru bicara Authority of New York and New Jersey Steve Coleman, seorang pramugari mengalami patah tulang kaki. 

    "Turbulensi terjadi saat pesawat Boeing 777 dengan 326 penumpang dan 21 kru berada di atas Samudra Atlantik, sekitar 45 menit sebelum mendarat," kata Coleman kepada kantor berita AFP, seperti dikutip dari laman Channel News Asia, Minggu 10 Maret 2019. 

    Dia menambahkan, operasi Bandara Internasional John F Kennedy tidak terganggu atas insiden ini. Turkish Airlines belum dapat dimintai komentar.

    Sebelumnya di hari yang sama, sebuah pesawat asal Kanada mendarat darurat di bandara lainnya di New York, tepatnya di Newark, New Jersey. Pesawat yang dioperasikan Air Transat itu mendarat darurat usai terdeteksi adanya asap di area kargo.

    Pesawat Boeing 737-800 itu, dengan 189 penumpang, sedang dalam perjalanan dari Montreal ke Fort Lauderdale, Florida. Jubir Air Transat mengatakan tidak ada orang yang terluka dalam insiden ini.

    Pada Oktober 2018, lima belas penumpang terluka akibat turbulensi parah di sebuah pesawat maskapai Aerolineas Argentinas, Jumat 19 Oktober 2018. Pesawat itu diketahui sedang dalam perjalanan dari Miami, AS, menuju Buenos Aires, Argentina.

    Serangkaian foto dari dalam pesawat bermunculan di media sosial dan memperlihatkan kekacauan di dalam kabin. Masker oksigen keluar dari tempatnya, beberapa bagian kabin rusak dan banyak barang berserakan di lantai.
     
    Pesawat dengan nomor penerbangan AR1303 itu membawa 192 penumpang dari AS menuju Argentina. Tujuh korban luka dirawat saat tiba di Bandara Internasional Ezeiza, sementara sisanya dilarikan ke rumah sakit. 

    Turbulensi terjadi saat dua massa udara yang berbeda temperatur dan kecepatan bertabrakan. Turbulensi dapat memicu pergerakan mendadak di dalam pesawat, meski pada umumnya keselamatan penerbangan tidak berada dalam bahaya serius.

    Baca: Turbulensi Parah, 15 Penumpang Pesawat Argentina Terluka



    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id