Korban Tewas Kerusuhan Bolivia Jadi 7 Orang

    Willy Haryono - 13 November 2019 09:32 WIB
    Korban Tewas Kerusuhan Bolivia Jadi 7 Orang
    Polisi berusaha membubarkan demonstran dalam unjuk rasa di La Paz, Bolivia, 4 November 2019. (Foto: AFP/JORGE BERNAL)
    La Paz: Jumlah korban tewas dalam gelombang aksi unjuk rasa yang dimulai sejak Evo Morales berjaya dalam pemilihan umum telah bertambah menjadi tujuh orang.

    Dilansir dari laman AFP, Rabu 13 November 2019, Jaksa Agung Bolivia Juan Lanchipa mengatakan penyebab kematian empat dari tujuh korban adalah tembakan senjata api. 

    Aksi kekerasan di Bolivia masih berlanjut usai Morales mengundurkan diri pada Minggu 10 November. Bentrokan kini terjadi antara massa pro-Morales dengan aparat keamanan.

    "Semua kasus kematian ini akan diselidiki. Kami akan mencari tahu siapa pihak yang bertanggung jawab, sehingga bisa diseret ke hadapan hukum," tegas Lanchipa.

    Ia menyerukan kepada semua warga Bolivia untuk berhenti berunjuk rasa dan kembali beraktivitas seperti biasa usai Senator Jeanine Anez mendeklarasikan diri sebagai presiden interim.

    Deklarasi Anez disampaikan dalam sebuah sesi di Kongres Bolivia, Selasa 12 November. Ia menjadi presiden interim meski sesi kongres tersebut gagal mencapai kuorum, atau jumlah minimal anggota yang harus hadir.

    Anez, wanita 52 tahun, secara konstitusi adalah sosok yang akan menjadi presiden interim. Ini terjadi karena wakil presiden dan pemimpin dari dua majelis di Kongres Bolivia telah mengundurkan diri bersama Morales.

    Pengunduran diri massal membuat Bolivia mengalami vakum kekuasaan. Setelah menjadi presiden interim, Anez berjanji akan segera memulihkan situasi dengan menggelar pemilihan umum.

    Sementara itu, Morales mengecam status presiden interim Anez. Morales menyebut senator tersebut sebagai sosok licik di balik kudeta yang menggulingkan dirinya.

    Menurut Morales, status presiden interim Anez tidak sah karena sesi di Kongres gagal mencapai kuorum. "Dia mendeklarasikan diri tanpa kuorum legislatif, dengan dikelilingi sejumlah kroni dan juga didukung oleh polisi serta militer yang merepresi rakyat," ungkap Morales.

    Mendapat suaka, Morales berterima kasih kepada Meksiko. Ia menyebut Meksiko telah berhasil menyelamatkan nyawanya.

    Unjuk rasa di Bolivia dipicu tudingan kubu oposisi bahwa proses penghitungan suara dalam pemilu bulan lalu dipenuhi kecurangan.




    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id