Trump Tegaskan Iran Akan Hancur Jika Berani Serang AS

    Willy Haryono - 20 Mei 2019 06:27 WIB
    Trump Tegaskan Iran Akan Hancur Jika Berani Serang AS
    Presiden AS Donald Trump di Gedung Putih, Washington, 19 Mei 2019. (Foto: AFP/BRENDAN SMIALOWSKI)
    Washington: Presiden Donald Trump mengeluarkan peringatan keras terhadap Iran, dengan mengatakan bahwa Teheran akan hancur jika berani menyerang Amerika Serikat. Peringatan ini merupakan kelanjutan dari ketegangan kedua negara.

    "Jika Iran ingin bertengkar, maka itu artinya negara Iran akan secara resmi berakhir. Jangan pernah mengancam Amerika Serikat lagi," tulis Trump di media sosial Twitter, dikutip dari laman AFP, Minggu 19 Mei 2019.

    Ketegangan terbaru antara AS dan Iran meningkat setelah Washington mengirim armada kapal induk dan pesawat pengebom B-52 ke Timur Tengah. AS menyebut pengiriman tersebut merupakan bentuk antisipasi terhadap "ancaman" Iran.

    Gedung Putih mengeluarkan beragam sinyal mengenai masalah ini dalam beberapa hari terakhir. Sementara sejumlah media AS melaporkan adanya perdebatan internal di kabinet Trump, terutama soal cara terbaik menghadapi Iran.

    Pemerintahan Trump telah menarik sejumlah staf diplomatik dari Irak. Penarikan disebut AS merupakan antisipasi ancaman dari beberapa grup bersenjata di Irak yang berasal dari Iran.

    Sebuah roket Katyusha ditembakkan ke Zona Hijau di Baghdad yang terdiri dari deretan gedung pemerintah dan kedutaan besar. Hingga saat ini belum diketahui siapa yang melancarkan serangan.

    Sementara itu di Iran, Menteri Luar Negeri Mohammad Javad Zarif menegaskan dirinya yakin perang tidak akan meletus di kawasan karena Teheran tidak menginginkan terjadinya konflik.
     
    Selain itu, Zarif juga menilai tidak ada satu negara pun di dunia ini yang dapat menghadapi Iran di kawasan. Pernyataan disampaikan Menlu Zarif dalam kunjungannya ke Beijing, Tiongkok.
     
    "Tidak akan ada perang karena kami tidak menginginkannya," tegas Menlu Zarif.

    Hubungan AS-Iran mencapai titik terendah tahun lalu usai Trump menarik diri dari perjanjian nuklir 2015. Setelah menarik diri, Trump juga menjatuhkan kembali sejumlah sanksi secara sepihak kepada Iran.

    Arab Saudi telah menyerukan diskusi level regional untuk membicarakan ketegangan terkini di Timur Tengah. Riyadh mengaku tidak ingin berperang dengan Iran, tapi akan selalu siap membela diri.

    Baca: Kilang Minyak Diserang, Saudi Jadwalkan Pertemuan Darurat




    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id