Diancam Dibunuh, Presiden Ekuador Ditarik dari Area Publik

    Willy Haryono - 15 April 2015 13:16 WIB
    Diancam Dibunuh, Presiden Ekuador Ditarik dari Area Publik
    Presiden Ekuador Rafael Correa tiba di Cangahua, setelah ditarik dari tempat makan di area publik usai munculnya ancaman pembunuhan serius, Selasa (14/4/2015) -- AFP / HO / PRESIDENCIA ECUADOR



    medcom.id, Tabacundo: Presiden Ekuador Rafael Correa langsung diamankan dari sebuah tempat makan di area publik, Selasa (14/4/2015), setelah muncul sebuah "ancaman serius" terhadap dirinya. 

    Correa sedang berada di Tabacundo, sekitar 50 kilometer dari ibu kota Quito, saat seorang wali kota mengaku mendapatkan ancaman via pesan singkat di telepon genggam. 

     



    "Apakah Anda pikir Anda telah menyelamatkan orang-orang? Salah. Kami akan membunuh Anda bersama dengan (Presiden) Correa. Hari ini, tunggu saja," ucap sang presiden mengutip pesan dalam ponsel wali kota Frank Gualsaqui, seperti dilansir AFP.

    Setelah pesan pertama diterima, Gualsaqui menerima pesan kedua mengenai kematian "banyak orang" di sebuah taman dalam waktu dekat. Presiden Correa dijadwalkan datang ke taman tersebut. 

    Tim keamanan langsung membawa Presiden Correa dari area publik ke sebuah hotel. Polisi telah menangkap pemilik ponsel yang mengirimkan dua pesan ke Gualsaqui, namun dirinya membantah telah mengirim ancaman tersebut. 

    Selama menjadi presiden, Correa telah banyak menerima ancaman. Namun ancaman kali ini berbeda, karena petugas mengetahui pesan ancaman itu dikirim dari area dekat sang presiden berada. 

    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id