Trump Tidak Sengaja Bertanya tentang Investigasi Pemakzulan

    Arpan Rahman - 14 November 2019 18:13 WIB
    Trump Tidak Sengaja Bertanya tentang Investigasi Pemakzulan
    Presiden AS Donald Trump terancam dimakzulkan. Foto: AFP
    Washington: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terdengar bertanya tentang ‘investigasi’ pemakzulannya. Ini terkait tekanan yang dilakukan Trump kepada Ukraina.

    Para diplomat terkemuka telah memberikan bukti tentang tuduhan Presiden Trump memiminta pemimpin Ukraina menyelidiki saingan politik Joe Biden dan putra Biden.

    Trump beralasan ‘terlalu sibuk’ untuk menonton sidang di Washington. Tetapi melakukan retweet video dari penyelidikan yang sedang berlangsung.

    Presiden, yang berulang kali menggambarkan penyelidikan itu sebagai ‘perburuan penyihir’, juga mengkritik munculnya ‘pengacara televisi’.

    Trump mengatakan setelah sidang bahwa dia tidak menonton "satu menit pun" dari kesaksian. Menambahkan bahwa dia akan merilis rincian panggilan teleponya dengan presiden Ukraina pada Kamis.

    William Taylor, seorang diplomat top AS di Ukraina, mengungkapkan informasi baru yang dikatakan stafnya bahwa mereka mendengar Trump dari telepon di sebuah restoran bertanya tentang "penyelidikan".

    Mereka menuduhnya sedang berbicara dengan diplomat lain, Duta Besar Gordon Sondland, sehari setelah panggilan telepon Juli, Trump kepada presiden Ukraina.

    Taylor bersaksi bahwa Sondland -- Dubes AS untuk Uni Eropa -- mengatakan kepada presiden bahwa Ukraina siap bergerak maju.

    "Ini sedikit tidak biasa bagi Duta Besar AS untuk Uni Eropa untuk memainkan peran dalam kebijakan Ukraina," kata Taylor, dikutip dari I, Kamis 14 November 2019.

    Dia juga mengatakan salah satu stafnya memberitahu "Presiden Trump lebih peduli tentang investigasi Biden" daripada urusan tentang Ukraina.


    Perlawanan Trump


    Devin Nunes, Republikan teratas dalam Komite Intelijen Dewan, berpendapat bahwa Trump akan memiliki "alasan yang sangat baik untuk ingin mengetahui apa yang terjadi" jika ada indikasi Ukraina ikut campur dalam pemilihan presiden 2016.

    Penyelidikan pemakzulan, yang bisa membuat presiden dicopot dari jabatannya, tersulut oleh pengaduan pembocor rahasia bahwa Trump menahan bantuan militer sambil menekan presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy untuk menyelidiki anak-beranak Biden.

    Kesaksian Taylor menuduh bahwa Trump menyimpulkan AS akan berada di ‘jalan buntu’ dengan Ukraina jika Presiden Zelensky tidak melakukan penyelidikan.

    Dia bersaksi ada dua saluran untuk kebijakan luar negeri AS di Ukraina -- satu ‘reguler’ dan lainnya ‘sangat tidak biasa’.

    Saluran kebijakan luar negeri ‘tidak biasa’ digunakan oleh pengacara pribadi presiden, Rudy Giuiliani, untuk memandu permintaan, kata Taylor.

    Dia katakan bahwa ketika saluran-saluran itu ‘menyimpang’, dia menjadi ‘semakin khawatir’ dan bahwa dia merasa ‘takjub’ ketika perintah datang agar bantuan militer ditahan.

    Diplomat itu menuduh bahwa Presiden Zelensky tidak ingin digunakan sebagai ‘instrumen’ dalam kampanye pemilihan ulang presiden AS.

    Beberapa Republikan menyiratkan bahwa para pejabat AS berusaha memblokir penyelidikan terhadap putra Joe Biden, Hunter, yang duduk di dewan perusahaan Ukraina, Burisma.

    Tetapi saksi lain, Wakil Asisten Menteri Luar Negeri George Kent, mengatakan dia belum mendengar upaya resmi AS untuk menghentikan penyelidikan.

    Kent mengatakan dia telah menyuarakan keprihatinan tentang masalah ini pada 2015, mengatakan hal itu dapat memberikan "persepsi konflik kepentingan". Dia tidak menjelaskan secara rinci tentang pembicaraan Trump dengan Zelensky.

    Berbicara di penyelidikan, Devin Nunes mengklaim proses itu adalah kampanye kotor melawan presiden. Partai Republik menuduh para saksi telah melalui audisi rahasia dan bahwa pembacaan panggilan telepon antara Trump dan Zelensky dibuat-buat.

    Dia mengatakan penyelidikan itu adalah bagian dari "perang bumi hangus" yang dilakukan Demokrat terhadap Trump.

    Sekretaris pers Gedung Putih Stephanie Grisham menyebut proses itu membosankan dan mengatakan itu adalah pemborosan besar dari waktu dan uang pembayar pajak.



    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id