Trump Sebut Iran Berencana Serang Empat Kedubes AS

    Willy Haryono - 11 Januari 2020 06:10 WIB
    Trump Sebut Iran Berencana Serang Empat Kedubes AS
    Presiden AS Donald Trump. (Foto: AFP)
    Washington: Presiden Donald Trump mengklaim Iran pernah berencana menyerang empat kedutaan besar Amerika Serikat. Menurutnya, keempat kedubes itu akan diserang di bawah komando jenderal Qassem Soleimani.

    Soleimani tewas dalam serangan udara pesawat tanpa awak (drone) AS di Baghdad, Irak, pada Jumat 3 Januari. Saat ditanya pemicu serangan udara di Baghdad, Trump mengatakan kepada Fox News: "Saya yakin empat kedutaan (akan diserang Iran)."

    Dikutip dari BBC, Sabtu 11 Januari 2020, Trump menyebutkan adanya serangan terhadap kedubes AS di Baghdad sebagai bukti dari salah satu rencana Iran. Penyerangan massa terhadap kedubes tersebut terjadi beberapa hari sebelum kematian Soleimani

    "Dan Anda semua tahu siapa yang merencanakannya? Ia adalah pria yang sudah tidak ada lagi di dunia ini. Ia tidak hanya berencana menyerang satu kedutaan itu," sebut Trump, merujuk pada kedubes AS di Baghdad.

    Dalam sebuah acara terpisah di Ohio, Trump mengatakan kepada para pendukungnya bahwa, "Soleimani telah secara aktif merencanakan sejumlah serangan baru, termasuk kepada beberapa kedutaan, bukan hanya yang ada di Baghdad."

    Ia juga mencemooh Partai Demokrat yang mengeluhkan bahwa Gedung Putih tidak menyampaikan pemberitahuan sebelumnya kepada Dewan Perwakilan Rakyat mengenai rencana membunuh Soleimani. Trump menyebut jika pemberitahuan disampaikan, maka Demokrat akan membocorkannya ke media.

    Namun berdasarkan data intelijen yang diterima Demokrat, ditemukan tidak ada indikasi bahwa Iran berencana menyerang sejumlah kedubes AS.

    Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo berusaha mendukung klaim Trump. Ia menegaskan bahwa pihaknya telah menerima informasi "spesifik" mengenai adanya ancaman nyata.

    "Ada ancaman nyata, termasuk serangan terhadap beberapa kedutaan AS," sebut Pompeo, saat dirinya mengumumkan rangkaian sanksi baru terhadap Iran.

    Soleimani merupakan kepala dari Quds Force, pasukan cabang Timur Tengah yang merupakan bagian dari Korps Garda Revolusioner Iran (IRGC). Trump dan Pompeo menyebut Soleimani sebagai orang yang bertanggung jawab atas kematian ribuan orang.



    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id