• DONASI PALU/DONGGALA :
    Tanggal 19 OKT 2018 - RP 45.764.339.104

  • Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (Mandiri - 117.0000.99.77.00) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Pesta Seks, Agen FBI di Asia Ditarik Pulang

Fajar Nugraha - 12 Oktober 2018 12:38 wib
Agen FBI diselidiki terkait kasus asusila. (Foto: AFP).
Agen FBI diselidiki terkait kasus asusila. (Foto: AFP).

Washington: Amerika Serikat (AS) menarik pulang beberapa agen penyelidik federal (FBI) yang bertugas di sekitar negara Asia. Penarikan terkait penyelidikan mereka terlibat pesta yang menunjukan interaksi dengan pekerja seks komersial (PSK).
 
Menurut keterangan seseorang yang berkaitan dengan kasus ini kepada The Wall Street Journal, pada Jumat 12 Oktober 2018 pihak Inspektorat Jenderal Kementerian Hukum AS melakukan penyelidikan atas kasus ini. Mereka melakukan pemeriksaan terhadap agen FBI di belasan negara Asia Timur dan Asia Tenggara.
 
"Menyusul adanya tuduhan pelanggaran, tindakan diambil untuk menarik beberapa personel dan ditempatkan di tugas non-operasional. Secara bersamaan tuduhan itu tengah diselidiki," ujar pernyataan FBI, kepada the Wall Street Journal, yang dikutip Asia Correspondent, Jumat 12 Oktober 2018.
 
"Seluruh karyawan FBI sepatutnya harus bersikap dengan standar yang sudah ditentukan. Tuduhan terhadap karyawan ditanggapi dengan serius," jelas pernyataan itu.
 
Apabila tuduhan ini terbuka, maka akan menjadi pukulan terbaru bagi FBI. Sebelumnya biro penyelidik federal AS ini dikritik keras karena terlibat dalam persaingan politik di Negeri Paman Sam.
 
FBI sebelumnya diminta untuk membuka latar belakang investigasi dari Hakim Agung AS Brett Kavanaugh, yang dituduh melakukan pecelehan seksual. Sebuah tuduhan yang dibantah Kavanaugh.
 
Tidak hanya itu, FBI juga menyelidiki dugaan ikut campur Rusia dalam Pemilu Presiden AS 2016. Intervensi Rusia itu diduga melibatkan beberapa tokoh dari kubu Donald Trump.
 
Tuduhan pesta seks
 
Sementara kasus terbaru yang diduga melibatkan FBI kali ini diketahui mendera pejabat atase hukum di Kedutaan AS di beberapa kota di dunia. Pejabat ini ditugaskan untuk bekerja sama dengan negara yang menjadi rekannya dalam perang melawan terorisme dan mengumpulkan informasi yang diselidiki oleh FBI.
 
Menurut beberapa mantan agen, posisi tersebut biasanya dijabat cukup lama. Umumnya pejabat yang dimaksud membangun hubungan dengan pejabat lokal setempat melibatkan sosialisasi hingga malam hari.
 
Meskipun di beberapa negara melegalkan prostitusi, FBI mengkhawatirkan bahwa agen intelijen asing mencoba untuk mendekati beberapa agen atau staf Kedutaan AS lainnya.  menurut seorang mantan agen FBI, setiap agen diberikan peringatan mengenai adanya upaya pihak lain untuk mendekati mereka.
 
Mengenai kasus ini, pihak FBI tidak mengungkap secara terbuka tuduhan yang diarahkan kepada agen mereka. Hal tersebut tersebut lokasi dan kapan kejadian pelanggaran itu berlangsung.


(FJR)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.