Nikaragua Mencekam, Tembakan Terdengar Dekat Rumah Dubes AS

Arpan Rahman - 09 Juli 2018 17:04 wib
Seorang menembakkan mortir buatan tangan dalam aksi protes di
Seorang menembakkan mortir buatan tangan dalam aksi protes di Managua, Nikaragua, 4 Juli 2018. (Foto: AFP/MARVIN RECINOS)

Managua: Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk Nikaragua mengaku mendengar suara tembakan ketika berada di rumahnya di Managua. Ini terjadi saat aksi kekerasan di sejumlah wilayah di Nikaragua berlanjut sejak beberapa hari terakhir.

"Ada tembakan di dekat rumah saya," tulis Dubes Lauren Dogu di Twitter

"Rumah saya tidak menjadi target, dan saya baik-baik saja. Saya sangat prihatin atas laporan kekerasan akhir pekan ini. Saya mengutuk kekerasan dan saya mendoakan semua korban dan keluarga mereka," tambah dia, seperti dikutip dari UPI, Senin 9 Juli 2018.

Minggu kemarin, Pusat Hak Asasi Manusia Nikaragua melaporkan terdapat 14 orang tewas akibat aksi kekerasan di Diriamba, Jinotepe, dan Dolores. 

Serangan di ketiga kota tersebut diduga dilakukan paramiliter pro-pemerintah terhadap kelompok anti-pemerintah. Laporan lain menyebutkan jumlah korban tewas di Nikaragua pada akhir pekan kemarin mencapai 20 orang.

Baca: 121 Orang Tewas dalam Unjuk Rasa di Nikaragua

Menurut laporan media El Nuevo Diario, seorang warga disiram bensin dan dibakar dalam sebuah aksi kekerasan keji.

Sebuah video di situs Youtube memperlihatkan sekelompok pria bertopeng dengan senjata berdiri di sudut papan iklan. Mereka terlihat melepaskan tembakan ke arah area perumahan. 

Di belakang mereka, kelompok pria bertopeng lainnya berlari ke arah berbeda, yang diduga merupakan serangan terkoordinasi.

Nikaragua menuju bulan ketiga kerusuhan nasional, setelah protes damai terhadap reformasi jaminan sosial pada April lalu berubah menjadi gerakan melawan pemerintahan Presiden Daniel Ortega. 

Para demonstran menuduh pemerintah membunuh puluhan pengunjuk rasa. Sejak tuduhan itu menyeruak, sudah lebih dari 300 orang tewas dalam aksi kekerasan di Nikaragua.



(WIL)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.