Ilhan Omar Tolak Pengakuan AS untuk Akui Genosida Armenia

    Arpan Rahman - 31 Oktober 2019 17:06 WIB
    Ilhan Omar Tolak Pengakuan AS untuk Akui Genosida Armenia
    Politikus Partai Demokrat Ilhan Omar menolak pengakuan genosia Armenia. Foto: AFP
    Washington: Ilhan Omar menolak memberikan suara mendukung resolusi yang mengakui pembunuhan massal orang-orang Armenia oleh Turki Utsmani sebagai genosida. Ia mengatakan ‘pengakuan sebenarnya’ atas kejahatan semacam itu harus mencakup ‘pembantaian massal’ historis lainnya.

    Anggota Partai Demokrat dari daerah pemilihan Minnesota itu satu dari hanya tiga anggota Dewan yang memberi suara ‘hadir’ pada resolusi yang disahkan dengan perbandingan suara 405-11 yang luar biasa.

    Anggota kongres perempuan tersebut mengatakan dalam sebuah pernyataan tidak lama setelah pemungutan suara dia percaya pada akuntabilitas untuk pelanggaran hak asasi manusia. Tetapi akuntabilitas dan pengakuan genosida tidak boleh digunakan sebagai gada dalam pertarungan politik.

    "Itu harus dilakukan berdasarkan konsensus akademik di luar dorongan dan tarikan geopolitik," katanya, disitat dari Daily Independent, Rabu 30 Oktober 2019.

    Omar tampaknya merujuk pada perkembangan yang semakin tegang seputar invasi Turki ke Suriah setelah Amerika Serikat menarik pasukannya keluar dari wilayah tersebut.

    "Pengakuan sejati kejahatan historis terhadap kemanusiaan harus mencakup genosida kejam abad ke-20, bersama dengan pembantaian massal sebelumnya seperti perdagangan budak transatlantik dan genosida penduduk asli Amerika, yang merenggut ratusan juta penduduk asli di negara ini," ia melanjutkan pernyataan yang dikirim ke CNN.

    Semua 11 anggota DPR yang memilih ‘tidak’ pada resolusi adalah dari Partai Republik. Paul Gosar, seorang Republikan dapil Arizona, dan Eddie Bernice Johnson, Demokrat dapil Texas, bergabung dengan Omar dalam pemungutan suara.

    Para pemimpin Demokrat di DPR merayakan lolosnya resolusi tersebut, termasuk Ketua Komite Intelijen DPR Adam Schiff, yang menulis di Twitter: "DPR baru saja memilih untuk mengakui Genosida Armenia -- pemungutan suara yang saya perjuangkan selama 19 tahun akhirnya diloloskan, bahwa puluhan ribuan konstituen Armenia-Amerika saya telah menunggu puluhan tahun untuk melihatnya."

    "Kami tidak akan menjadi pihak yang menyangkal genosida. Kami tidak akan diam. Kita tidak akan pernah lupa,” tegas Schiff.

    Ketua DPR Nancy Pelosi mengatakan dalam sebuah pernyataan, resolusi itu disahkan "untuk mengenang salah satu kekejaman besar abad ke-20".

    Sementara itu pejabat Turki mengecam resolusi tersebut, termasuk Presiden Recep Tayyip Erdogan, yang mengatakan "Langkah yang diambil ini tidak berharga dan kami tidak mengakuinya", BBC melaporkan.

    Presiden Turki juga mengatakan parlemen negara itu akan menanggapi resolusi AS.



    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id