Trump Sebut Pesawat Modern Semakin Sulit Diterbangkan

    Willy Haryono - 13 Maret 2019 11:35 WIB
    Trump Sebut Pesawat Modern Semakin Sulit Diterbangkan
    Presiden AS Donald Trump hendak memasuki pesawat kepresidenan Air Force One di Maryland, 8 Maret 2019. (Foto: AFP/NICHOLAS KAMM)
    Washington: Presiden Amerika Serikat Donald Trump menilai pesawat terbang komersil di era modern ini semakin sulit diterbangkan. Menurutnya, terlalu banyak teknologi canggih dalam sebuah pesawat justru menyulitkan tugas pilot.

    Pernyataan tersebut diduga sejumlah pihak merujuk pada tipe Boeing 737 Max 8 yang sedang ramai dibicarakan terkait kecelakaan Ethiopian Airlines dan juga Lion Air. Dua kecelakaan terpisah tersebut sama-sama melibatkan Boeing 737 Max 8.

    "Pilot sepertinya sudah tidak dibutuhkan lagi. Yang dibutuhkan adalah ilmuan komputer dari MIT," tulis Trump di Twitter, merujuk pada universitas ternama Massachusetts Institute of Technology.

    Trump mengatakan ada beberapa produk di luar sana yang tidak perlu lagi dikembangkan. Dalam pandangannya, sebuah produk tua dan sederhana terkadang jauh lebih baik dari versi modern.

    "Kompleksitas menciptakan bahaya. Saya tidak mau Albert Einstein menjadi pilot saya. Saya ingin pilot profesional yang dengan mudah dan cepat dapat mengendalikan pesawat," lanjutnya, seperti dilansir dari laman AFP, Selasa 12 Maret 2019, merujuk pada ilmuan ternama asal Jerman.

    Boeing, perusahaan pembuat seri 737 Max, menjadi sorotan global atas kecelakaan Ethiopian Airlines dan Lion Air. Seorang sumber dari pabrikan tersebut mengatakan kepada AFP bahwa Trump telah berbicara dengan CEO Boeing Dennis Muilenburg.

    Percakapan telepon disebut berlangsung usai Trump menuliskan komentarnya mengenai pesawat di Twitter. Menurut sumber tersebut, Muilenburg memastikan kepada Trump bahwa pesawat Boeing 737 Max 8 aman untuk dioperasikan.

    Sumber tersebut menolak mengatakan siapa yang pertama kali menelepon dan berapa lama durasi percakapan. Boeing menolak mengomentari mengenai hal tersebut.

    Sejumlah negara telah menangguhkan operasional Boeing 737 Max 8 setelah kecelakaan pesawat Ethiopian Airlines ET302 terjadi pada Minggu 10 Maret. Uni Eropa juga baru saja ikut serta melarang sementara penerbangan Boeing 737 Max 8.

    Tidak hanya penggunaan, beberapa negara juga melarang ada Boeing 773 Max 8 yang terbang di zona udara mereka. 

    Deretan negara itu di antaranya Ethiopia, Tiongkok, Indonesia, India, Malaysia, Namibia, Oman, Singapura dan lainnya.

    Baca: Uni Eropa Larang Boeing 737 Max 8 Beroperasi



    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id