AS dan Taliban Tetap Terbuka usai Trump Batalkan Pertemuan

    Willy Haryono - 09 September 2019 07:51 WIB
    AS dan Taliban Tetap Terbuka usai Trump Batalkan Pertemuan
    Menlu AS Mike Pompeo tiba di Brussels, Belgia, 3 September 2019. (Foto: AFP/KENZO TRIBOUILLARD)
    Washington: Amerika Serikat dan kelompok militan Taliban tetap terbuka untuk menggelar dialog lanjutan usai Presiden AS Donald Trump secara tiba-tiba membatalkan 'pertemuan rahasia' menuju finalisasi perjanjian damai.

    Meski membuka diri, Taliban menyebut pembatalan yang dilakukan Trump harus dibayar dengan harga mahal. AS juga menegaskan pihaknya akan meningkatkan intensitas pertempuran melawan Taliban di Afghanistan.

    Pembatalan diperintahkan Trump usai sebuah serangan Taliban di Kabul menewaskan seorang prajurit AS. Awalnya, pertemuan rahasia itu akan digelar di Camp David pada Minggu 8 September. Saat itu, Trump telah mengundang perwakilan Taliban dan juga Presiden Afghanistan Ashraf Ghani.

    Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo menekankan bahwa negosiasi masih mungkin terjadi dengan Taliban. Namun, untuk menuju ke arah sana, ia menegaskan bahwa AS "membutuhkan komitmen kuat dari Taliban."

    "Saya bukan orang pesimistis," kata Pompeo dalam wawancara di NBC, Minggu 8 September 2019"Saya berharap Taliban akan mengubah perilaku mereka, dan berkomitmen melakukan hal-hal yang telah dibicarakan kedua pihak selama berbulan-bulan," ungkapnya, dalam wawancara lain bersama ABC.

    Menurut Pompeo, isu Taliban hanya dapat diselesaikan melalui rangkaian dialog. Ia meminta Taliban untuk berhenti menolak untuk bernegosiasi langsung dengan Presiden Ashraf Ghani.

    Pompeo menambahkan Trump belum memutuskan mengenai penarikan pasukan dari Afghanistan, yang merupakan salah satu poin utama dalam kerangka perjanjian dengan Taliban. Sebagai ganti dari penarikan pasukan, nantinya Taliban akan memberikan jaminan keamanan di Afghanistan.

    Meski akan menarik pasukan dari Afghanistan, Pompeo menegaskan bahwa hal itu tidak berarti AS "akan mengurangi tekanan" terhadap Taliban. Menurutnya, pasukan AS telah membunuh lebih dari 1.000 pemberontak di Afghanistan sejak 10 hari terakhir.



    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id