Dua Kali Serang Polisi AS, Seorang Pria Ditangkap

    Arpan Rahman - 10 Februari 2020 14:02 WIB
    Dua Kali Serang Polisi AS, Seorang Pria Ditangkap
    Seorang polisi berpatroli di kota New York, AS, 24 Januari 2020. (Foto: AFP/Getty/SPENCER PLATT)
    New York: Seorang pria bersenjata api akhirnya ditangkap setelah dua kali menyerang polisi di kota New York, Amerika Serikat. Dua serangan itu dilakukannya hanya dalam kurun waktu 12 jam.

    Pelaku penyerangan, yang namanya tidak disebutkan, ditangkap saat dirinya masuk ke sebuah kantor polisi dan melepaskan beberapa tembakan pada Minggu 9 Februari, sekitar pukul 08.00 pagi waktu setempat.

    Ia melukai satu petugas dan hampir mengenai beberapa lainnya. Setelah semua peluru habis, ia menyerahkan senjatanya ke polisi.

    Serangan di kantor polisi itu terjadi hanya beberapa jam usai pria yang sama mendekati sebuah mobil van milik aparat keamanan di wilayah Bronx. Kala itu, ia menembak dua petugas yang berada di dalam van.

    Meski kedua insiden melibatkan senjata api, tidak ada satu orang pun yang tewas. Semua korban juga diyakini dapat pulih seperti sedia kala.

    "Tidak ada petugas yang tewas di dalam kantor polisi Kota New York," kata Komisioner Polisi Dermot Shea.

    "Pengecut yang melakukan penembakan pagi ini sudah ditahan. Kami yakin dia adalah orang yang mencoba membunuh aparat kami tadi malam," lanjutnya, disitir dari Sky News, Senin 10 Februari 2020.

    Masih terkait penembakan, Shea mengkritik sejumlah aktivis yang berunjuk rasa menentang penggunaan kekerasan berlebih oleh polisi. Gerakan protes yang telah berlangsung sejak beberapa bulan terakhir itu dinilai mendorong orang untuk membenci polisi.

    "Dua hal (penembakan dan unjuk rasa) ini saling berhubungan. Ada banyak orang yang berunjuk rasa di Kota New York belakangan ini," tutur Shea.

    "Kata-kata itu penting, dan dapat memengaruhi perilaku orang," sambungnya.

    Hal senada disampaikan Wali Kota New York Bill de Blasio. Ia menilai sentimen anti-polisi di kotanya sudah terlampau berlebihan. "Siapapun yang melontarkan kebencian kepada petugas kami, turut memperkeruh suasana," ucapnya.

    "Hal ini tidak dapat diterima. Anda boleh saja berunjuk rasa, tapi Anda tidak boleh menyerang para petugas yang bertugas melindungi kita semua," cetusnya.



    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id