AS Konfirmasi Lima Kasus Virus Korona nCoV

    Willy Haryono - 27 Januari 2020 10:03 WIB
    AS Konfirmasi Lima Kasus Virus Korona nCoV
    Penumpang pesawat di bandara Los Angeles, AS, 22 Januari 2020, mengenakan masker untuk menghindari terjangkit virus korona. (Foto: AFP/MARK RALSTON)
    Atlanta: Otoritas kesehatan Amerika Serikat mengonfirmasi adanya lima kasus virus korona tipe Novel Coronavirus (2019-nCoV) di Negeri Paman Sam, Minggu 26 Januari 2020. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) memprediksi kasus virus korona masih akan terus bertambah di AS.

    Nancy Messonier, kepala departemen penyakit pernapasan CDC, mengatakan bahwa sekitar 100 orang di 26 negara bagian sedang diperiksa terkait virus korona nCoV. Virus ini pertama kali terdeteksi di kota Wuhan, Tiongkok, pada Desember tahun lalu.

    Dari total lima kasus terkonfirmasi di AS, kelima pasien mengaku pernah mengunjungi kota Wuhan.

    "Semua kasus di Amerika Serikat merupakan mereka yang pernah melakukan kontak langsung (dengan orang terjangkit virus korona) di Wuhan," ucap Messonier dalam sebuah konferensi pers, dikutip dari AFP.

    Ia mengatakan dari kelima kasus terkonfirmasi di AS, dua berasal dari California dan masing-masing satu di Arizona, Illinois dan Washington.

    Meski Tiongkok sedang melakukan sejumlah upaya darurat dalam menanggulangi virus korona, Messonier berkukuh ancaman virus korona bagi warga AS secara umum relatif rendah "hingga saat ini."

    Total kematian virus korona di Tiongkok mencapai 80 orang per hari ini, Senin 27 Januari 2020. Sementara total kasus terkonfirmasi di seantero Tiongkok berada di angka 2.744.

    Walau tidak ada kematian baru di luar Hubei, angka infeksi terverifikasi virus korona di seantero Tiongkok mencapai 769 kasus. Sekitar separuh dari total kasus itu berasal dari Hubei.

    Komisi Kesehatan Nasional Tiongkok menyebut 461 dari 769 kasus terverifikasi itu berada dalam kondisi serius.

    Tiongkok telah menutup rapat Hubei, terutama Wuhan yang merupakan kota asal munculnya virus nCoV. Virus ini memicu kekhawatiran global karena dinilai mirip dengan penyakit Sindro Pernapasan Akut Berat atau SARS yang sempat mewabah pada 2002-2003.

    Namun Kepala Komisi Kesehatan Nasional Tiongkok Ma Xiaowei menegaskan virus korona nCoV sangat berbeda dengan SARS. Ia menyebut masa inkubasi virus korona nCoV berkisar 10 hari, dengan satu hari sebagai yang terpendek dan dua pekan terlama. Karena menular dalam periode inkubasi, lanjut Ma, virus korona nCoV berbeda dengan SARS.



    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id