Usai Serangan, Trump Janjikan Sanksi Baru untuk Iran

    Arpan Rahman - 09 Januari 2020 17:08 WIB
    Usai Serangan, Trump Janjikan Sanksi Baru untuk Iran
    Presiden AS Donald Trump siapkan sanksi baru untuk Iran. Foto: AFP
    Washington: Dalam pidato nasional, Rabu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menanggapi serangan rudal Iran di dua pangkalan Irak. Ia mengatakan orang Amerika harus sangat berterima kasih dan bahagia bahwa tidak ada tentara AS yang terluka.

    "Kita tidak menderita korban, semua prajurit kita selamat, dan hanya kerusakan minimal yang terjadi di pangkalan militer kami," kata Trump.

    Trump menambahkan bahwa Iran tampaknya ‘mundur’ setelah serangan itu, yang merupakan pembalasan atas serangan pesawat tak berawak AS yang menewaskan komandan Iran Qassem Soleimani, pekan lalu. Dalam pidatonya, presiden menyebut Soleimani sebagai ‘teroris kejam’ yang seharusnya diusir sejak jauh-jauh hari.

    "Pasukan Amerika kita yang hebat siap untuk kondisi apa pun. Iran tampaknya akan mundur, yang merupakan hal yang baik untuk semua pihak terkait dan hal yang sangat baik bagi dunia,” tutur mantan pengusaha properti itu.

    "Sudah terlalu lama -- tepatnya sejak 1979, sejumlah negara telah mentolerir perilaku destruktif dan destabilisasi Iran di Timur Tengah dan sekitarnya. Hari-hari itu telah berakhir. Iran sudah menjadi sponsor utama terorisme, dan memburu senjata nuklir mengancam dunia yang beradab. Kami tidak akan pernah membiarkan itu terjadi," serunya, disitat dari UPI, Kamis, 9 Januari 2020.

    Para pejabat pertahanan AS mengatakan, belasan rudal balistik Iran ditembakkan Rabu pagi dari Iran menuju dua fasilitas AS di Erbil dan al-Asad, Irak, yang menampung pasukan AS dan koalisi.

    Kepala Staf Gabungan Jenderal Mark Milley mengatakan, korban dapat dihindari karena peringatan dini tetapi Iran berniat untuk membunuh pasukan AS dalam serangan. Bertentangan dengan pejabat lain yang mengatakan Iran secara sengaja mengarahkan rudal meleset dari daerah-daerah yang dihuni oleh orang Amerika.

    "Saya percaya berdasarkan apa yang saya lihat dan apa yang saya tahu bahwa mereka dimaksudkan untuk menyebabkan kerusakan struktural, menghancurkan kendaraan dan peralatan dan pesawat terbang dan membunuh personel. Itu penilaian pribadi saya sendiri," katanya.

    Beberapa jam sebelum pernyataan Trump, pemimpin agama Iran Ayatollah Ali Khamenei memperingatkan AS bahwa serangan rudal hanyalah ‘tamparan di wajah’ dan menyalahkan korupsi di Timur Tengah atas berlanjutnya kehadiran militer AS.

    "Yang penting tentang konfrontasi adalah bahwa tindakan militer seperti itu tidak cukup. Yang penting adalah bahwa kehadiran Amerika yang haram di kawasan ini harus berakhir," kata Khamenei.

    Dalam komentarnya, Trump menjanjikan sanksi baru bagi Teheran dan menilai tindakan militer terhadap Soleimani sebagai keuntungan bagi kepentingan nasional.

    "Kami mengambil tindakan tegas untuk menghentikan teroris kejam dari mengancam nyawa Amerika," kata presiden.

    "Atas arahan saya, militer AS melenyapkan teroris top dunia, Qassem Soleimani. Sebagai kepala Pasukan Quds, Soleimani secara pribadi bertanggung jawab atas beberapa kekejaman yang benar-benar terburuk,” tegasnya.

    "Ketika kami terus mengevaluasi opsi dalam menanggapi agresi Iran, AS akan segera menjatuhkan sanksi ekonomi tambahan hukuman pada rezim Iran. Sanksi kuat ini akan tetap sampai Iran mengubah perilakunya," cetusnya.

    Trump katakan, ia akan meminta NATO Rabu untuk lebih terlibat di Timur Tengah dan memberi isyarat kepada Iran bahwa provokasi lebih lanjut akan membawa konsekuensi serius.

    "Angkatan Bersenjata AS lebih kuat dari sebelumnya. Rudal kami besar, kuat, akurat, mematikan, dan cepat. Fakta bahwa kita memiliki militer dan peralatan yang hebat ini, tidak berarti kita harus menggunakannya,” sebut Trump.

    "Kami tidak ingin menggunakannya. Kekuatan Amerika, baik militer maupun ekonomi, adalah pencegah terbaik," tambahnya.

    Ketua DPR AS Nancy Pelosi mengumumkan pada Rabu bahwa DPR akan memberikan suara pada Kamis tentang Resolusi Kekuatan Perang untuk membatasi kemampuan Trump terlibat dalam konflik dengan Iran tanpa persetujuan Kongres.

    "Anggota Kongres memiliki keprihatinan serius dan mendesak tentang keputusan pemerintah terlibat dalam permusuhan terhadap Iran dan tentang kurangnya strategi yang bergerak maju. Kekhawatiran kami tidak diatasi oleh pemberitahuan tidak cukupnya Undang-Undang Kekuatan Perang dan melalui pengarahan pemerintah hari ini," katanya. 

    Pelosi menambahkan bahwa DPR akan segera mempertimbangkan legislasi tambahan termasuk melarang pendanaan untuk aksi militer terhadap Iran yang tidak diotorisasi oleh Kongres dan resolusi buat mencabut Otorisasi Irak 2002 atas Penggunaan Kekuatan Militer.



    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id