Trump Tegaskan Tidak Pernah Tekan Presiden Ukraina

    Willy Haryono - 24 September 2019 08:00 WIB
    Trump Tegaskan Tidak Pernah Tekan Presiden Ukraina
    Presiden AS Donald Trump di sela-sela Sidang Majelis Umum PBB di New York, AS, 23 September 2019. (Foto: AFP/SAUL LOEB)
    Washington: Presiden Amerika Serikat Donald Trump berusaha menghalau seluruh tekanan dari Partai Demokrat yang terus mengupayakan pemakzulan dirinya. Salah satu tekanan yang berusaha dihalau Trump adalah mengenai tuduhan adanya tekanan terhadap Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy.

    Trump diduga telah beberapa kali menelepon Zelenskiy dan memintanya untuk menyelidiki Hunter Biden, anak Joe Biden -- salah satu kandidat utama calon presiden dari Demokrat.

    Dugaan adanya tekanan tersebut pertama kali disampaikan seorang pembocor rahasia. Biden dan Demokrat mendesak Trump untuk segera merilis transkrip percakapannya dengan Zelenskiy.

    "Joe Biden dan anaknya adalah sosok korup, dan telah mengambil banyak uang dari Ukraina," ungkap Trump, merujuk pada Hunter Biden yang pernah duduk sebagai anggota dewan rieksi di sebuah perusahaan gas alam Ukraina.

    Merespons tuduhan dirinya telah menekan Zelenskiy, Trump berkata: "Saya tidak pernah menekan mereka dalam bentuk apapun juga."

    Balik menyerang respons Trump, Biden kembali menyerukan tuntutannya via Twitter. "Kalau begitu, segera rilis transkrip percakapan telepon Anda," tulisnya, dilansir dari laman AFP, Senin 23 September 2019.

    Hingga saat ini, belum ada bukti konkret mengenai dugaan penyalahgunaan wewenang oleh Trump tersebut. Demokrat menilai bukti akan sulit dihadirkan jika pemerintahan Trump memblokade Kongres AS untuk mendapatkan data-data dari sang pembocor rahasia mengenai Ukraina.

    "Jika pemerintahan ini tidak merespons laporan dari pembocor rahasia, maka mereka akan memasuki babak baru dalam pelanggaran hukum yang dapat berujung pada investigasi," sebut Ketua Dewan Perwakilan Rakyat AS, Nancy Pelosi asal Demokrat.

    Sementara itu dari sisi Ukraina, Menteri Luar Negeri Vadym Prystaiko berkukuh bahwa negaranya independen dan Kiev tidak akan pernah ikut campur dalam politik negara lain, termasuk AS.

    Prystaiko mengonfirmasi bahwa Trump dan Zelenskiy memang sempat berbicara via telepon pada Juli lalu, namun percakapan berlangsung hangat tanpa tekanan.
     
    "Saya tahu isi dari percakapan mereka, dan saya rasa tidak ada tekanan apapun. Percakapan berlangsung cukup lama, hangat dan menyinggung sejumlah isu yang terkadang membutuhkan jawaban serius," kata Prystaiko.



    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id