Antisipasi Kolombia, Maduro Perintahkan Latihan Militer - Medcom

    Antisipasi Kolombia, Maduro Perintahkan Latihan Militer

    Medcom - 04 September 2019 15:24 WIB
    Antisipasi Kolombia, Maduro Perintahkan Latihan Militer
    Presiden Venezuela Nicolas Maduro dalam sebuah acara di Caracas, 3 September 2019. (Foto: AFP/HO/Venezuelan Presidency)
    Caracas: Presiden Venezuela Nicolas Maduro memerintahkan angkatan bersenjata untuk tetap waspada dan juga melakukan latihan khusus di wilayah perbatasan untuk mengantisipasi kemungkinan ancaman serangan dari sekelompok milisi Kolombia.

    Pernyataan disampaikan mengenai laporan adanya aktivitas gerilyawan bersenjata di Kolombia, terutama di wilayah perbatasan.

    "Saya telah memerintahkan komandan operasi strategis Angkatan Bersenjata Bolivaria dan seluruh unit militer di perbatasan untuk siaga di tengah ancaman agresi Kolombia terhadap Venezuela," kata Maduro dalam pidato di televisi, dikutip dari laman Channel News Asia, Rabu 4 September 2019.

    Maduro mengatakan rangkaian latihan militer Venezuela yang biasa digelar setiap tahun akan berlangsung antara tanggal 10 dan 29 September di negara bagian Zulia, Tachira, Apure dan Amazonas.

    Meski retorika Maduro terkesan dramatis, pernyataan semacam itu merupakan hal yang sering terjadi dalam dinamika hubungan Venezuela dengan Kolombia. Beberapa perseteruan kedua negara biasanya berakhir dengan rekonsiliasi.

    Kementerian Luar Negeri Kolombia menolak mengomentari pidato Maduro. Otoritas Kolombia telah berulang kali membantah hendak menyerang Venezuela.

    Sebelumnya, tokoh oposisi Venezuela Juan Guaido mendukung penggunaan data satelit untuk membantu mendeteksi pergerakan gerilyawan di perbatasan, untuk mengetahui apakah mereka telah menyeberang dari Kolombia ke Venezuela.

    "Kami akan mengizinkan penggunaan teknologi satelit untuk memfasilitasi lokasi grup-grup tersebut," sebut Guaido. "Kami akan bekerja sama dengan pemerintah Kolombia dalam aktivitas intelijen," lanjutnya.

    Guaido telah mendeklarasikan diri sebagai presiden interim pengganti Maduro pada Januari lalu. Deklarasi itu telah diakui negara-negara Grup Lima (kecuali Meksiko), serta oleh Albania, Georgia, Amerika Serikat, dan Organisasi Negara-negara Amerika.
     
    Beberapa negara Uni Eropa telah menyatakan dukungan untuk parlemen Venezuela, berharap pemilihan umum terbaru dapat menyelesaikan krisis.
     
    Maduro masih kokoh di tampuk kekuasaan dengan didukung oleh Rusia, Bolivia, Iran, Kuba, Nikaragua, El Salvador, dan Turki. Belarus dan Tiongkok menyerukan untuk menyelesaikan semua masalah dengan cara damai, dan menentang adanya campur tangan dari luar.

    Penulis: Fitri Nur Rizkyani



    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id