Kongres AS Blokir Rencana Penjualan Senjata ke Arab Saudi

    Fajar Nugraha - 18 Juli 2019 07:48 WIB
    Kongres AS Blokir Rencana Penjualan Senjata ke Arab Saudi
    Kongres AS blokir penjualan senjata ke Arab Saudi. (Foto: AFP).
    Washington: Kongres Amerika Serikat (AS) memilih untuk memblokir rencana penjualan senjata kepada Arab Saudi. Penjualan itu diperkirakan bernilai USD8,1 atau sekitar Rp113,2 triliun.

    Keputusan ini diperkirakan akan memicu kemarahan Trump dan bukan tidak mungkin dia akan menerapkan veto.

    Anggota parlemen, banyak dari mereka marah dengan peran Kerajaan Arab Saudi dalam pembunuhan jurnalis Saudi Jamal Khashoggi tahun lalu. Mereka pun menyetujui tiga resolusi yang akan mencegah penjualan kontroversial yang diumumkan di bawah keputusan darurat yang dikeluarkan Trump awal tahun ini.

    Resolusi yang menghalangi penjualan telah mendapat persejutuan Senat AS, dan sekarang diarahkan ke Gedung Putih. Trump diperkirakan akan mengeluarkan veto, yang ketiga dari masa kepresidenannya.

    Sementara DPR memblokir penjualan dengan mayoritas, sekitar dukungan 50 suara dari dua pertiga suara mayoritas yang diperlukan untuk mengesampingkan veto Trump.

    Trump sebelumnya merencanakan 22 penjualan terpisah yang disertai perawatan dan pendukung pesawat terbang, amunisi berpemandu presisi dan senjata serta peralatan lainnya ke Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Yordania pada saat ketegangan meningkat di Timur Tengah.

    Para kritikus mengatakan penjualan senjata akan memperburuk perang yang menghancurkan di Yaman. Seperti diketahui Arab Saudi memimpin koalisi yang didukung AS dalam pertempuran melawan pemberontak Houthi yang didukung Iran. Menurut PBB perang itu telah memicu krisis kemanusiaan terburuk di dunia.

    "Ketika kita melihat apa yang terjadi di Yaman, sangat penting bagi Amerika Serikat untuk mengambil sikap," kata ketua Komite Urusan Luar Negeri Dewan Perwakilan Rakyat Eliot Engel, seperti dikutip AFP, Kamis, 18 Juli 2019.

    Politikus veteran Partai Demokrat setuju bahwa ancaman dari Houthi yang didukung Iran adalah nyata. “Tetapi hal itu tidak berarti kita harus melihat ke arah lain dalam menghadapi kekerasan dan pembantaian warga sipil,” jelas Engel.

    Pemerintahan Trump mengambil langkah luar biasa dengan melewati Kongres untuk menyetujui penjualan pada Mei. Saat itu pemerintahannya menyatakan Iran sebagai "ancaman mendasar" bagi stabilitas Timur Tengah.

    Menteri Luar Negeri Mike Pompeo mengatakan pemerintah menanggapi keadaan darurat yang disebabkan oleh musuh bebuyutan Arab Saudi, Iran, yang mendukung Pemberontak Houthi di Yaman.

    Anggota parlemen termasuk beberapa Senat dari Partai Republik mengatakan tidak ada alasan yang sah untuk menghindari Kongres, yang memiliki hak untuk menolak penjualan senjata.

    Bulan lalu Senator Lindsey Graham menyampaikan teguran pedas atas penjualan senjata dan Riyadh, dengan mengatakan ia berharap pemungutan suara akan "mengirim sinyal ke Arab Saudi bahwa jika Anda bertindak seperti Anda bertindak, tidak ada ruang untuk hubungan strategis."

    Senator merujuk pada pembunuhan brutal Khashoggi tahun lalu di Turki yang dilakukan agen-agen Saudi. Ini adalah sebuah insiden yang memicu krisis besar dalam hubungan Riyadh dengan Barat.

    Tetapi  tokok Partai Republik dalam Komite Urusan Luar Negeri Kongres AS, Michael McCaul mengkritik resolusi itu sebagai ‘berbahaya’ pada saat Iran memperluas jangkauannya.

    "Iran memperluas tentakel teror di Timur Tengah," katanya dalam sebuah pernyataan.

    "Jika kita membiarkan mereka berhasil, terorisme akan berkembang, ketidakstabilan akan memerintah, dan keamanan sekutu kita, seperti Israel, akan terancam," pungkasnya.



    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id