Menlu AS Geram atas Serangan Terbaru di Pangkalan Irak

    Willy Haryono - 13 Januari 2020 07:03 WIB
    Menlu AS Geram atas Serangan Terbaru di Pangkalan Irak
    Menlu AS Mike Pompeo di Washington, 8 Januari 2020. (Foto: AFP/Getty/Drew Angerer)
    Washington: Menteri Luar Negeri Mike Pompeo mengaku "geram" atas serangan misil yang menghantam sebuah pangkalan militer di Baghdad, Irak, pada Minggu 12 Januari 2020. Serangan tersebut melukai empat prajurit lokal.

    "Saya marah saat menerima laporan adanya serangan roket lagi di pangkalan Irak," tulis Pompeo di Twitter, dikutip oleh AFP. "Serangan yang melanggar kedaulatan Irak ini harus dihentikan."

    Belum ada pihak yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan terbaru di Irak. Pihak pangkalan al-Balad menyebut delapan misil tipe Katyusha itu melukai dua perwira dan dua personel angkatan udara Irak.

    Dalam beberapa peristiwa sebelumnya, AS menuding serangan semacam itu dilancarkan sejumlah grup milisi Irak yang didukung Iran.

    Al-Balad adalah pangkalan utama bagi skuadron pesawat jet tempur F-16, yang dibeli dari AS untuk meningkatkan kapasitas tempur di udara. Pangkalan tersebut menampung sekelompok kecil tentara dan juga kontraktor AS. Namun sebagian besar dari mereka telah dievakuasi di tengah ketegangan antara AS dan Iran.

    "Sekitar 90 persen penasihat militer AS, dan juga karyawan dari Sallyport serta Lockheed Martin yang ahli dalam bidang perawatan pesawat, telah dievakuasi dari Taji dan Erbil usai adanya ancaman (dari Iran)," ucap salah satu sumber di Irak.
     
    "Hanya ada sekitar 15 prajurit AS dan satu pesawat tersisa di al-Balad," sambungnya.

    Bulan lalu, salah satu serangan di pangkalan Irak menewaskan seorang kontraktor AS. Kematian tersebut memicu rangkaian ketegangan antara AS dan Iran.
     
    AS melancarkan serangan udara ke grup bernama Kataeb Hezbollah sebagai pembalasan atas kematian kontraktor. Tak hanya itu, serangan udara lainnya kemudian menewaskan jenderal besar Iran, Qassem Soleimani.
     
    Iran membalas kematian Soleimani dengan meluncurkan sejumlah misil ke dua pangkalan AS di Irak pada 8 Januari. Di hari yang sama, Iran tak sengaja menembak jatuh sebuah pesawat maskapai Ukraina di dekat Teheran. Peristiwa yang disebut Iran terjadi karena "human error" itu menewaskan total 176 orang.



    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id