60 Ribu Orang Hilang Sejak Perang Narkoba Meksiko 2006

    Arpan Rahman - 07 Januari 2020 19:18 WIB
    60 Ribu Orang Hilang Sejak Perang Narkoba Meksiko 2006
    Tim forensik bekerja di salah satu pemakaman massal yang ditemukan di Morelos, Meksiko. (Foto: AFP Photo/Alfredo Estrella)
    Mexico City: Hampir 62 ribu orang dinyatakan hilang sejak perang melawan narkotika di Meksiko dimulai pada 2006. Angka tersebut merupakan kelanjutan dari pengungkapan data oleh otoritas Meksiko, Senin 6 Januari.

    Angka tersebut -- jauh lebih tinggi dari estimasi 40 ribu orang -- memperlihatkan beratnya tantangan yang dihadapi presiden Andres Manuel Lopez Obrador. Sejak menjadi presiden pada Desember 2018, ia bertekad akan memberantas habis angka kejahatan terkait narkoba.

    Namun angka pembunuhan di Meksiko di bawah kepemimpinan Lopez Obrador justru meningkat, dengan lebih dari 31 ribu kematian sepanjang 2019. Lopez Obrador menghadapi gelombang kritik mengenai pendekatan "halusnya," yang ingin mengurangi angka kejahatan dengan memerangi akar masalah sosial di tengah masyarakat Meksiko.

    Menteri Junior Hak Asasi Manusia Meksiko, Alejandro Encinas Rodriguez, mengatakan kepada awak media bahwa sejak Lopez Obrador menjadi presiden, otoritas Meksiko telah menemukan 873 situs penguburan. Dari total situs tersebut, ditemukan 1.124 jenazah manusia.

    Hanya 395 jasad yang berhasil diidentifikasi, dan 243 telah dipulangkan ke keluarga masing-masing. Hampir tiga per empat dari total jenazah itu ditemukan di negara bagian Sinaloa, Jalisco, Colima, Sonora dan Chihuahua. Kelima negara bagian itu dikenal sebagai tempat operasi pengedar narkoba dan organisasi kriminal.

    Karla Quintana, kepala Komite Pencarian Nasional Meksiko, mengatakan total orang hilang terkait kejahatan narkoba sejak 20006 mencapai 61.637. Meksiko mulai mencatat jumlah orang hilang itu di bawah kepemimpinan presiden Felipe Calderon.

    "Kita semua harus mengingat bahwa masih ada orang hilang di luar sana," kata Quintana dalam konferensi pers di Mexico City, dirilis dari Guardian, Senin 6 Januari 2020.

    "Di balik statistik horor ini, terdapat begitu banyak kisah yang menyedihkan," sambung dia.

    Banyak warga Meksiko meyakini angka orang hilang yang sebenarnya jauh lebih tinggi dari versi pemerintah. "Data orang hilang (di Meksiko) saat ini belum lengkap," tulis Falko Ernst dari Crisis Group Mexico di Twitter.

    "Dua belas negara bagian belum menyerahkan atau hanya menghadirkan data parsial," lanjutnya.



    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id