Iowa Mulai Memilih Nominasi Capres Pemilu AS 2020

    Willy Haryono - 04 Februari 2020 10:49 WIB
    Iowa Mulai Memilih Nominasi Capres Pemilu AS 2020
    Mantan wakil presiden AS Joe Biden menghadiri sebuah acara di Des Moines, Iowa, Senin 3 Februari 2020. (Foto: AFP/KEREM YUCEL)
    Iowa: Negara bagian Iowa memulai kaukus untuk memilih nominasi calon presiden yang akan berlaga dalam pemilihan umum Amerika Serikat 2020. Ini merupakan langkah awal dalam menentukan nama yang akan menjadi capres dari Partai Demokrat dan juga Partai Republik.

    Proses kaukus ini telah dibuka di hampir 1.700 titik di Iowa, yang meliputi gedung sekolah, perpustakaan, gereja dan balai kota. Meski jumlah suara dalam kaukus di Iowa relatif kecil, proses ini dapat memberikan gambaran mengenai siapa yang akan menjadi capres, terutama dari kubu Demokrat.

    Republik hampir dipastikan akan mendukung petahana Donald Trump sebagai capres. Sementara kubu Demokrat belum dapat menentukan pilihan dari 11 kandidat yang ada.

    Untuk menjadi seorang capres dari Demokrat, seorang kandidat harus mendapat dukungan minimal 1.991 delegasi dari negara-negara bagian di AS. Untuk Demokrat, dua kandidat terdepan saat ini adalah senator Bernie Sanders dan mantan wakil presiden Joe Biden.

    Luke Elzinga, seorang relawan kubu Sanders, mengikuti kaukus di gedung sekolah Lincoln High School di Des Moines. "Saya rasa dia benar-benar telah menginspirasi banyak anak muda, terutama mereka yang tadinya enggan untuk mengikuti pemilu," ucap dia, dikutip dari kantor berita AFP, Selasa 4 Februari 2020.

    "Jadi, saya rasa dia adalah kandidat terbaik untuk mengalahkan Trump," lanjutnya.

    Sanders dan Biden memimpin di Iowa, diikuti mantan wali kota Indiana Pete Buttigieg dan senator Elizabeth Warren. Namun survei di Iowa fluktuatif, sehingga hasil akhirnya sulit diprediksi.

    Sama-sama mengikuti kaukus di Des Moines, Rosalie Gallagher -- wanita 74 tahun yang berprofesi sebagai ahli desain interior -- mengaku mendukung  Biden. Ia menyarankan pendukung Demokrat untuk tidak mengusung nama seperti Sanders dan Warren.

    "Kita tidak mungkin menang dengan kandidat sayap kiri. Jika mereka menang, maka Demokrat akan kalah," tegas Gallagher kepada AFP.

    Berbeda dengan pemilihan konvensional, orang yang mengikuti kaukus Demokrat di Iowa mendeklarasikan langsung siapa kandidat pilihan mereka. Kandidat dinyatakan layak mengikuti kaukus jika didukung minimal 15 persen dari total peserta yang datang. Nantinya tiap-tiap kandidat akan mendapat delegasi untuk digunakan mereka dalam konvensi Demokrat pada Juni mendatang.

    Total delegasi Demokrat yang bisa diraih dari Iowa adalah 41. Sementara untuk menjadi capres dari Demokrat, seorang kandidat harus didukung minimal 1.991 delegasi.

    Walau Trump sudah hampir dipastikan menjadi capres dari Republik, namun dua anaknya dan beberapa tokoh lain mencoba peruntungan mereka dalam kaukus di Iowa. Kaukus Republik lebih sederhana dari Demokrat, karena peserta hanya perlu memberikan dukungan seperti proses pemungutan suara pada umumnya.



    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id