Tahan Bantuan Militer, Donald Trump Langgar Hukum

    Arpan Rahman - 17 Januari 2020 19:07 WIB
    Tahan Bantuan Militer, Donald Trump Langgar Hukum
    Persidangan pemakzulan Presiden AS Donald Trump sudah dibuka oleh Senat. Foto: AFP
    Washington: Pemerintahan Donald Trump melanggar hukum dengan menahan bantuan militer ke Ukraina. Hal ini disampaikan oleh laporan pengawas pemerintah Amerika .

    Kantor Akuntabilitas Pemerintah AS (USGAO) merilis laporan pada Rabu yang mengatakan bahwa menahan USD391 juta setara Rp5,3 triliun pada Juli lalu 'melanggar Undang-Undang Kontrol Pertahanan.'

    Undang-undang itu menyatakan bahwa dana yang diambil oleh Kongres -- seperti bantuan militer -- tidak dapat ditahan oleh Gedung Putih.

    Laporan, yang dirilis sebelum sidang pemakzulan Trump akan dimulai di Senat, berbunyi: "Eksekusi hukum yang selayaknya tidak mengizinkan Presiden untuk mengganti prioritas kebijakannya sendiri dengan yang telah ditetapkan oleh Kongres menjadi undang-undang," seperti disitir dari Metro.co.uk, Jumat, 17 Januari 2020.

    Presiden Trump belum menanggapi isinya, tetapi temuan USGAO yang non-partisan kemungkinan akan mendukung kasus Demokrat untuk menggulingkannya dari jabatannya pada persidangan pemakzulan.

    Trump dan timnya sebelumnya telah mencoba mengklaim bahwa keputusannya untuk menahan bantuan hanyalah hasil dari 'ketidaksepakatan kebijakan.'

    Tuduhan bahwa Trump menahan uang tunai sampai sebuah penyelidikan diluncurkan oleh Ukraina atas saingannya Joe Biden membentuk dasar dari persidangan Senat.

    Dia dilaporkan meminta Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyelidiki hubungan putra Biden, Hunter Biden dengan perusahaan gas alam Ukraina, Burisma.

    Hunter Biden sudah menghadapi pertanyaan tentang pengangkatannya di dewan perusahaan, meskipun tampaknya memiliki sedikit pengalaman yang relevan. Tetapi dia telah membantah melakukan kesalahan.

    Bantuan militer, yang dimaksudkan untuk membantu mempertahankan Ukraina melindungi diri dari agresi Rusia, akhirnya dirilis pada September.

    Trump menyangkal tuduhan menyalahgunakan jabatannya demi keuntungan pribadi, dan menghalangi upaya Kongres untuk mencoba dan menyelidiki dugaan korupsi.



    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id