• DONASI PALU/DONGGALA :
    Tanggal 23 NOV 2018 - RP 51.179.914.135

  • Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (Mandiri - 117.0000.99.77.00) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Curi Informasi Rahasia Penerbangan, Perwira Tiongkok Didakwa

Arpan Rahman - 11 Oktober 2018 20:07 wib
Ilustrasi oleh Medcom.id
Ilustrasi oleh Medcom.id

Washington: Kementerian Kehakiman Amerika Serikat (AS) telah mengumumkan tuduhan spionase ekonomi terhadap seorang perwira intelijen Tiongkok yang dicurigai.
 
Para pejabat mengatakan Yanjun Xu berupaya mencuri rahasia dagang dari perusahaan penerbangan dan kedirgantaraan AS atas nama Tiongkok. Dia ditangkap di Belgia awal tahun ini dan pada Selasa diekstradisi ke AS.
 
Seorang pejabat senior Kementerian Kehakiman mengatakan kasus itu "bagian dari kebijakan ekonomi keseluruhan yang dikembangkan Tiongkok dengan biaya Amerika".
 
"Kami tidak bisa mentoleransi negara yang mencuri senjata kami dan buah dari kekuatan otak kami," kata Asisten Jaksa Agung untuk Keamanan Nasional John Demers, seperti disitat dari BBC, Kamis 11 Oktober 2018.
 
Jaksa penuntut berkata Xu adalah seorang perwira senior di Kementerian Keamanan Negara Tiongkok yang bertanggung jawab atas kontra-intelijen, intelijen asing, dan keamanan politik.
 
Dia ditahan di Belgia pada 1 April atas permintaan AS. Dia kemudian didakwa oleh juri agung Ohio atas empat tuduhan berkonspirasi melakukan spionase ekonomi dan mencoba mencuri rahasia dagang.
 
Dakwaan itu diberlakukan pada Rabu setelah ekstradisi tersangka. Jaksa menuduh bahwa sejak 2013 Xu menargetkan perusahaan penerbangan terkemuka serta pakar industri demi mendapatkan informasi teknis "sangat sensitif".
 
Mereka mengatakan dia mengundang karyawan untuk melakukan perjalanan ke Tiongkok untuk pertukaran ide atau dengan kedok memberikan presentasi di perguruan tinggi.
 
Pabrik mesin pesawat raksasa berbasis di Ohio, GE Aviation, diidentifikasi sebagai salah satu target dari dugaan operasi.
 
Konspirasi dan upaya melakukan spionase ekonomi membawa hukuman penjara AS maksimal 15 tahun, dan konspirasi untuk melakukan pencurian rahasia dagang dapat diancam penjara 10 tahun.
 
Tuduhan ini muncul saat ketegangan meningkat antara AS dan Tiongkok. Kedua negara telah terlibat dalam perang dagang yang sengit dan Presiden Trump menuduh Beijing mencoba ikut campur dalam pemilihan paruh waktu mendatang.


(FJR)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.