Rusia Sebut Sanksi AS terhadap Venezuela Ilegal

    Willy Haryono - 08 Februari 2020 09:28 WIB
    Rusia Sebut Sanksi AS terhadap Venezuela Ilegal
    Menlu Rusia Sergey Lavrov (kiri) berjabat tangan dengan Presiden Venezuela Nicolas Maduro di Caracas, 7 Februari 2020. (Foto: AFP/YURI CORTEZ)
    Caracas: Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov mengecam rangkaian sanksi Amerika Serikat yang dijatuhkan kepada Venezuela selama ini. Dikutip dari AFP, kecaman disampaikan saat Lavrov melakukan kunjungan resmi ke Caracas, ibu kota Venezuela, Jumat 7 Februari 2020.

    Sanksi terbaru telah dijatuhkan AS ke maskapai nasional Venezuela, Conviasa. "Rangkaian sanksi ini ilegal dan penyebab utama terjadinya krisis ekonomi di Venezuela," tutur Lavrov usai bertemu Menlu Venezuela Jorge Arreaza.

    Rusia merupakan salah satu pendukung Presiden Venezuela Nicolas Maduro bersama Tiongkok dan Kuba. Sementara AS merupakan pendukung tokoh oposisi Venezuela Juan Guaido, yang sejak tahun lalu berusaha mendepak Maduro dari kekuasaan.

    Guaido, yang telah mendeklarasikan diri sebagai presiden interim Venezuela, hadir dalam pidato kenegaraan Presiden AS Donald Trump beberapa hari lalu. Trump menyambut baik kedatangan Guaido, dan berjanji bahwa tirani Maduro di Venezuela akan segera "dihancurkan."

    Kamis kemarin, perwakilan AS untuk Venezuela Elliot Abrams, menyiratkan bahwa Washington tengah membidik Rusia atas dukungannya terhadap Venezuela. Rumor ini muncul di tengah sejumlaj laporan bahwa AS mungkin saja menjatuhkan sanksi kepada perusahaan minyak Rusia, Rosneft.

    "Dalam waktu dekat Rusia mungkin akan mengetahui bahwa ada harga yang harus dibayar atas dukungannya terhadap Maduro," sebut Abrams.

    Lavrov tidak secara spesifik menyinggung ancaman AS terhadap Rosneft. Namun menilai sanksi-sanksi semacam itu sama sekali "tidak dapat diterima."

    Mengenai sanksi terbaru, Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin mengatakan bahwa Maduro telah menggunakan Conviasa sebagai moda transportasi "para pejabat korup yang terus meminta dukungan global atas upaya anti-demokrasi mereka."
     
    Conviasa menjalani tahun-tahun tersulit di tengah runtuhnya perekonomian Venezuela. Pada 2012, semua pesawat Conviasa dilarang terbang ke wilayah Uni Eropa atas alasan keamanan. Lima tahun kemudian, Conviasa menghentikan semua layanan internasional karena tidak memiliki cukup mata uang asing untuk membeli asuransi.
     
    Sejak saat itu, sebagian besar penerbangan Conviasa hanya bersifat domestik. Namun di situs resminya tercatat ada layanan ke Bolivia, Kuba, Republik Dominika, Ekuador, Meksiko, Nikaragua, dan Panama.



    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id