Setelah Kecelakaan Boeing 737 MAX, Pilot AS Cemas

    Arpan Rahman - 16 Mei 2019 17:07 WIB
    Setelah Kecelakaan Boeing 737 MAX, Pilot AS Cemas
    Pesawat 737 MAX dari Boeing dilarang terbang usai kecelakaan Ethiopian Airlines. (Foto: AFP).
    Washington: Pilot American Airlines (AA) dengan marah menghadapi pejabat Boeing tentang sistem antistall yang dicurigai penyebab dalam dua kecelakaan fatal pada pesawat 737 MAX.

    Rekaman audio yang diperoleh CBS News, anggota serikat pilot AA menanyai pejabat Boeing tentang sistem --yang dikenal sebagai MCAS-- dalam pertemuan tegang pada November tahun lalu, beberapa pekan setelah pesawat 737 MAX milik Lion Air  jatuh di Indonesia dan empat bulan sebelum jatuhnya pesawat Ethiopian Airlines dengan jenis yang sama. Secara total, 346 orang tewas dalam dua kecelakaan tersebut.
    Boeing telah dikritik karena tidak mengungkapkan bagaimana sistem antistall Maneuvering Characteristics Augmentation System (MCAS) bekerja -- sebuah langkah yang memungkinkan perusahaan menghindari pelatihan ulang yang mahal.

    "Kami benar-benar layak buat mengetahui apa yang ada di pesawat kami,"seorang pilot terdengar mengatakan dalam rekaman itu.

    "Orang-orang ini bahkan tidak tahu sistem sialan itu ada di pesawat -- juga tidak orang lain," kata yang lain, dilansir dari laman Guardian, Kamis, 16 Mei 2019.

    Wakil Presiden Boeing Mike Sinnett, mengklaim bencana Lion Air adalah kecelakaan yang terjadi sekali seumur hidup. "Saya tidak tahu bahwa memahami sistem ini akan mengubah hasilnya. Dalam sejuta mil, Anda mungkin akan menerbangkan pesawat ini, mungkin sekali Anda akan melihat ini, selamanya. Jadi kami berusaha untuk tidak membanjiri para kru dengan informasi yang tidak perlu sehingga mereka benar-benar mengetahui informasi yang kami yakini penting,” tutur Sinnett.

    Pilot membalas: "Kami adalah garis pertahanan terakhir untuk berada di lubang yang terbakar, dan kami membutuhkan pengetahuan."

    Boeing mengatakan akan melakukan perubahan perangkat lunak tetapi tidak ingin "terburu-buru dan melakukan pekerjaan buruk guna memperbaiki hal-hal yang benar". Perbaikan masih dikembangkan ketika jet Ethiopian Airlines jatuh.

    Rilis rekaman itu keluar ketika komite transportasi DPR AS membuka sidang tentang peran regulator Boeing, Administrasi Penerbangan Federal (FAA), dalam mensertifikasi Max.

    Politisi Demokrat, Rick Larsen, seorang anggota komite dan ketua subkomite penerbangan, berkata: "FAA memiliki masalah kredibilitas."

    Ia mengutip sebuah cerita Wall Street Journal yang mengklaim bahwa tinjauan internal telah menemukan bahwa pejabat senior FAA tidak berpartisipasi dalam atau memantau penilaian keamanan penting MCAS.

    Larsen mengatakan: "Jika itu memang benar, proses (penunjukan) tidak berfungsi seperti yang dimaksudkan oleh Kongres."

    Pejabat administrator FAA, Daniel Elwell, mengatakan dia "tidak mengetahui penilaian internal yang mencapai kesimpulan itu".

    Elwell dikritik karena keputusan FAA untuk menunda mengandangkan armada Boeing 737 MAX di AS setelah kecelakaan kedua. FAA menjadi regulator utama
    dunia terakhir yang mendaratkan pesawat dan melakukannya hanya setelah Presiden Donald Trump mengumumkan bahwa pesawat itu dilarang diterbangkan.

    "Mengapa butuh waktu begitu lama dibandingkan dengan negara lain? Masyarakat ingin tahu: mengapa butuh waktu begitu lama?,” tanya anggota kongres dari Partai Demokrat Eleanor Holmes Norton.

    Elwell berkilah, FAA adalah "sistem berbasis data, berbasis risiko dan bertindak setelah menerima data yang cukup untuk menghubungkan dua kecelakaan.”



    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id