Guaido Sebut Maduro 'Diktator Mematikan'

    Willy Haryono - 03 Juli 2019 09:20 WIB
    Guaido Sebut Maduro 'Diktator Mematikan'
    Tokoh oposisi Venezuela Juan Guaido berbicara di Majelis Nasional di Caracas, 2 Juli 2019. (Foto: AFP/FEDERICO PARRA)
    Caracas: Tokoh oposisi Venezuela Juan Guaido mengaku belum berencana memulai kembali dialog dengan Presiden Nicolas Maduro, yang disebutnya sebagai "diktator mematikan."

    Pernyataan disampaikan Guaido usai kematian seorang pejabat Venezuela di tahanan, terkait dengan investigasi percobaan kudeta.

    "Tidak pernah akan ada waktu untuk bernegosiasi dengan penyandera, pelanggar hak asasi manusia atau kediktatoran," tegas Guaido, dilansir dari laman AFP, Rabu 3 Juli 2019.

    "Saat ini kami sedang menghadapi kediktatoran yang mematikan," lanjut dia kepada awak media.

    Namun jika nantinya dialog akan "memfasilitasi pembahasan perebutan kekuasaan" oleh Maduro, maka Guaido bersedia untuk kembali "berkomunikasi." Menurut Guiado, kekuasaan Maduro di periode kedua tidak sah karena pemilihan umum berlangsung tanpa diikuti banyak tokoh.

    Guaido, yang telah diakui sebagai presiden interim Venezuela oleh lebih dari 50 negara, berbicara ke media saat Majelis Nasional sedang berkumpul dalam membahas kematian Rafael Acosta Arevalo. Menurut kubu oposisi, kematian Arevalo mencurigakan.

    Baca: Pemerintah Venezuela Klaim Gagalkan Rencana Kudeta

    Bertolak belakang dari Guaido, Maduro justru "yakin" dialog dengan oposisi akan menghasilkan kesepakatan tahun ini.

    "Kami akan mencapai kesepakatan yang luar biasa di tahun 2019," kata Maduro, yang berbicara dalam sebuah acara politik. "Saya yakin, sangat yakin, akan ada berita baik dalam beberapa pekan ke depan."

    Menteri Luar Negeri Venezuela Jorge Arreaza mengatakan bahwa pemerintah sedang "menunggu oposisi untuk melanjutkan pertemuan di Norwegia."

    Sementara itu mengenai kematian Arevalo, kepala Komisioner Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa Michelle Bachelet mengaku "terkejut." Sikap Bachelet memperkuat kecurigaan oposisi Venezuela dan Amerika Serikat bahwa Arevalo tewas akibat disiksa pemerintah.

    Arevalo adalah satu dari sejumlah orang yang ditahan pemerintah Venezuela atas tuduhan percobaan kudeta.



    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id