AS Kirim Lebih Banyak Pasukan ke Kawasan Teluk

    Willy Haryono - 21 September 2019 10:29 WIB
    AS Kirim Lebih Banyak Pasukan ke Kawasan Teluk
    Menhan AS Mark Esper memberikan keterangan dalam sebuah acara di Paris, Prancis, 7 September 2019. (Foto: AFP/ZAKARIA ABDELKAFI)
    Washington: Amerika Serikat mengumumkan rencana mengirim lebih banyak pasukan ke kawasan Teluk untuk merespons serangan terhadap dua fasilitas minyak milik Arab Saudi. Washington menilai Iran adalah dalang utama di balik serangan tersebut.

    Menteri Pertahanan AS Mark Esper menyebut pengiriman tambahan pasukan ini merupakan permintaan Arab Saudi dan juga Uni Emirat Arab. Esper menilai serangan di dua fasilitas minyak Saudi, dan juga terhadap drone AS pada Juni lalu, merepresentasikan "eskalasi dramatis agresi Iran."

    "Merespons permintaan kerajaan, Presiden (Donald Trump) telah menyetujui pengiriman tambahan pasukan AS," tutur Esper, disitat dari laman AFP, Sabtu 21 September 2019.

    "Tugas utama pasukan tambahan ini adalah pertahanan, terutama di bidang udara dan misil," lanjutnya.

    Kepala Staf Militer Gabungan AS Joe Dunford mengkategorikan pengiriman pasukan tambahan ini di level "moderat," karena jumlahnya tidak akan mencapai angka ribuan.

    Sebelum pengumuman pengiriman pasukan, Trump telah memerintahkan adanya sanksi terbaru terhadap Iran. Trump menyebut rangkaian sanksi ini adalah yang terberat dalam sejarah Negeri Paman Sam.

    Satu hari sebelumnya, Trump menyerang para kritikus yang menilai dirinya akan lebih memilih perang dalam merespons agresi Iran.

    "Saya bisa saja melakukan 15 hal berbeda kepada Iran," kata Trump. "Tapi pendekatan yang benar adalah sedikit menahan diri," lanjutnya.

    Juni lalu, Trump memerintahkan sebuah serangan militer usai Iran menembak jatuh drone AS. Namun beberapa menit sebelum dieksekusi, Trump membatalkannya.

    Sementara itu, pemberontak Houthi mengklaim bertanggung jawab atas serangan di dua fasilitas minyak Saudi. Namun Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengaku tidak melihat adanya indikasi serangan yang berasal dari Yaman, tempat kekuasaan Houthi.

    Pompeo menuduh Iran adalah pihak yang melancarkan serangan di fasilitas minyak Saudi di Abqaiq dan Khurais. Teheran merespons geram tuduhan tersebut.



    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id