Pria Boston Jadi Pasien ke-8 Virus Korona di AS

    Arpan Rahman - 02 Februari 2020 14:04 WIB
    Pria Boston Jadi Pasien ke-8 Virus Korona di AS
    Calon penumpang pesawat menggunakan masker dalam upaya mencegah terjangkit virus korona nCoV. (Foto: AFP/Getty)
    Boston: Seorang pria yang tiba di Boston dari kota Wuhan, Tiongkok, telah positif terjangkit virus korona tipe Novel Coronavirus (2019-nCoV). Ia merupakan pasien pertama virus korona di Massachusetts, dan yang ke-8 dalam skala nasional AS.

    Berdasarkan rilis dari Departemen Kesehatan Publik Massachusetts, pria berumur 20-an tahun itu tinggal di Boston. Sejak didiagnosis terjangkit virus korona, ia diisolasi otoritas kesehatan setempat hingga jangka waktu yang tak ditentukan.

    Orang-orang yang pernah melakukan kontak dengan pria tersebut juga akan terus diawasi otoritas Massachusetts.

    "Kami senang karena pemuda ini segera mencari bantuan medis dan kondisi sudah berangsur membaik," kata Komisioner Kesehatan Publik Massachusetts Monica Bharel, disitat dari UPI.

    "Massachusetts telah mempersiapkan diri dalam menghadapi virus korona tipe terbaru ini. Kami beruntung karena jajaran tim dokter merespons kasus ini dengan cepat. Sekali lagi saya tekankan, risiko virus korona terhadap publik di Massachusetts relatif rendah," serunya.

    Berdasarkan data terbaru Komisi Kesehatan Nasional Tiongkok per hari ini, Minggu 2 Februari 2020, total kematian akibat virus korona di Negeri Tirai Bambu mencapai 304 orang. Sementara total kasus infeksi di seantero Tiongkok telah menyentuh angka 13.742.

    AS telah mendeklarasikan virus korona nCoV sebagai darurat kesehatan publik. AS bersama Australia telah menolak kedatangan seluruh orang yang belum lama ini mengunjungi Tiongkok.

    Sementara itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengumumkan kematian pertama virus korona di luar Tiongkok. Kematian pertama tersebut dilaporkan WHO terjadi di Filipina.

    Pasien di Filipina ini merupakan seorang pria Tiongkok yang bepergian dari Wuhan, kota pusat penyebaran virus korona nCoV. Ia tiba di Filipina bersama seorang perempuan Tiongkok yang juga dinyatakan positif terkena virus korona. Pria yang tidak disebutkan namanya itu merupakan pasien pertama virus korona nCoV di Filipina.

    "Pasien sedang dalam pemulihan di rumah sakit, namun kondisinya memburuk dan meninggal," tutur Menteri Kesehatan Francisco Duque.
     
    Pekan lalu, WHO menyatakan virus korona nCoV ini sebagai darurat kesehatan global. Komisioner WHO sempat meminta maaf karena kurang maksimal dalam bertindak saat virus korona mulai mewabah.



    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id