AS Hormati Respons Indonesia Terkait Pengakuan Dataran Golan

    Sonya Michaella - 27 Maret 2019 13:02 WIB
    AS Hormati Respons Indonesia Terkait Pengakuan Dataran Golan
    Duta Besar AS untuk Indonesia Joseph Donovan. (Foto: Marcheilla Ariesta/Medcom.id).
    Jakarta: Sejumlah negara mengecam pengakuan Amerika Serikat (AS) atas kedaulatan Israel di wilayah Dataran Tinggi Golan. Indonesia, menjadi salah satu dari negara yang tak setuju dengan pengakuan AS ini, selain Suriah, Turki, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, bahkan Rusia. 

    Baca juga: Indonesia Tegaskan Dataran Tinggi Golan Bagian dari Suriah.

    “Kami mengetahui terkait respons Indonesia. Kami respek dengan respons Indonesia dan akan mengkomunikasikannya dengan Washington,” kata Duta Besar AS untuk Indonesia Joseph Donovan, kepada Medcom.id, ketika ditemui di Jakarta, Rabu 27 Maret 2019.

    Menurut pernyataan resmi dari Kementerian Luar Negeri RI kemarin, Indonesia tetap mengakui Dataran Tinggi Golan sebagai bagian tak terpisahkan dari wilayah Republik Suriah yang saat ini diduduki Israel pascaperang 1967.

    “Posisi Indonesia ini berdasarkan pada prinsip dalam Piagam PBB mengenai penghormatan atas kedaulatan dan integritas teritorial setiap negara, serta berbagai elemen yang terkandung pada resolusi-resolusi Dewan Keamanan PBB terkait Dataran Tinggi Golan," sebut pernyataan itu.

    Indonesia juga mendesak masyarakat internasional untuk terus menghormati hukum internasional dan piagam PBB serta tetap berpedoman kepada Resolusi PBB terkait dalam mendorong proses perdamaian di kawasan Timur Tengah.

    Israel berhasil merebut wilayah Golan dari Suriah dalam Perang Enam Hari pada 1967. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyebut ada nenek moyang bangsa Yahudi di Golan.

    Baca juga: Presiden Palestina Kecam AS Akui Golan Milik Israel.

    Wilayah ini terletak sekitar 60 km barat daya ibu kota Suriah, Damaskus, dan mencakup sekitar 1.200 km persegi. Para pemukim tinggal bersama sekitar 20.000 warga Suriah, kebanyakan dari mereka adalah orang Arab Druze, yang tidak melarikan diri ketika Golan dikuasai Israel.
     
    Sementara itu, aneksasi Israel atas Golan tak pernah diakui oleh komunitas internasional. Bahkan ketika Israel mengumumkannya secara resmi pada 1981.



    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id