AS Tuduh Iran di Balik Serangan Tanker Arab Saudi

    Fajar Nugraha - 29 Mei 2019 16:16 WIB
    AS Tuduh Iran di Balik Serangan Tanker Arab Saudi
    Penasihat Keamanan Nasional Amerika Serikat (AS) John Bolton tuduh Iran di balik serangan kapal tanker di laut Uni Emirat Arab. (Foto: AFP).
    Abu Dhabi: Penasihat Keamanan Nasional Amerika Serikat (AS) John Bolton menegaskan serangan terhadap kapal tanker bermuatan minyak di lepas pantai Uni Emirat Arab (UEA), adalah ulah dari Iran.

    Baca juga: Dua Kapal Tanker Minyak Arab Saudi Diserang.

    “Serangan terhadap kapal tanker minyak itu hampir pasti ulah dari Iran,” ujar Bolton, seperti dikutip AFP, Rabu, 29 Mei 2019.

    “Keempat kapal,-termasuk dua kapal tanker Arab Saudi,- diserang oleh ranjau laut militer yang dipastikan berasal dari Iran,” imbuh Bolton, di Abu Dhabi.

    Beberapa ahli dari Amerika Serikat termasuk dari tim penyelidik dari lima negara, guna mencari tahu pelaku serangan 12 Mei itu. Akibat serangan ini empat kapal yang berada di Teluk Oman itu mengalami kerusakan.

    Sebelumnya, Menteri Energi Arab Saudi Khalid al-Falih mengatakan dua kapal tanker minyak mereka menjadi sasaran penyerangan di lepas pantai Fujairah, Uni Emirat Arab. Serangan yang dimaksud berupa sabotase.

    Satu dari dua kapal dalam perjalanan untuk diisi dengan minyak mentah Arab Saudi dari Pelabuhan Ras Tanura. Minyak-minyak ini akan dikirim ke pelanggan perusahaan minyak milik negara, Saudi Aramco, ke Amerika Serikat. Serangan itu tidak menyebabkan korban atau tumpahan minyak.

    Iran melawan

    Iran menjadi bulan-bulanan dari Amerika Serikat dan Arab Saudi, terkait serangan terhadap dua kapal tanker Arab Saudi. Namun Iran justru mendesak dilakukan penyelidikan atas penyerangan ini.

    Baca juga: Iran Desak Penyelidikan atas Dua Kapal Tanker Arab Saudi.

    Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Abbas Mousavi mengatakan, insiden di Laut Oman mengkhawatirkan dan disesalkan.

    “Iran menyerukan penyelidikan terhadap serangan dan peringatan terhadap pemain asing untuk mengganggu keamanan maritim,” tegasnya.
     
    Insiden itu terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat yang telah memperkuat kehadiran militernya di kawasan itu. Termasuk mengerahkan sejumlah pembom B-52 strategis dalam menanggapi dugaan ancaman dari Teheran.

    Mousavi mengatakan insiden seperti itu akan memiliki dampak negatif pada keselamatan pengiriman dan keamanan maritim di Teluk.
     
    Selain itu dia juga memperingatkan plot-plot oleh para simpatisan untuk mengganggu keamanan regional dan menyerukan kewaspadaan negara-negara regional dalam menghadapi setiap petualangan oleh unsur-unsur asing.



    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id