9 Orang Tewas Terinjak-injak dalam Penyerbuan di Brasil

    Willy Haryono - 02 Desember 2019 08:38 WIB
    9 Orang Tewas Terinjak-injak dalam Penyerbuan di Brasil
    Aparat kepolisian berpatroli di Sao Paulo, Brasil, 17 Oktober 2019. (Foto: AFP/LEANDRO FERREIRA)
    Sao Paulo: Sedikitnya sembilan orang tewas terinjak-injak dan dua lainnya terluka dalam kekacauan usai operasi penyerbuan polisi di permukiman kumuh Sao Paulo, Brasil, Minggu 1 Desember 2019.

    Korban tewas terdiri dari satu perempuan, tujuh pria dan seorang bocah berumur 14 tahun. Media lokal melaporkan, warga Sao Paulo menyalahkan polisi yang dinilai telah memicu kepanikan.

    Dilansir dari AFP, juru bicara Kepolisian Sao Paulo Letnan Kolonel Emerson Massera mengonfirmasi adanya operasi penyerbuan di Paraisopolis. Penyerbuan dilakukan usai dua pria bersepeda motor menembaki personel militer Brasil.

    Massera mengatakan dua pria itu melarikan diri dan terus menembakkan senjata api di area tempat berlangsungnya sebuah pesta. Aksi keduanya disebut Massera sebagai pemicu kepanikan massa.

    Ibu dari remaja putri berusia 17 tahun mengatakan kepada situs berita G1 bahwa polisi adalah pihak yang patut disalahkan atas tragedi ini. Dia mengklaim aparat merupakan pemicu kepanikan, usai mereka menutup sebuah jalan, melemparkan tabung gas merica dan menembakkan peluru karet.

    "Polisi yang menyerang anak saya dengan botol kaca," kata wanita itu.

    "Saat saya melihat anak saya, awalnya saya tidak mengenalinya. Muka anak saya terluka parah," sambung dia.

    Saluran televisi Globo menayangkan sebuah video yang memperlihatkan seorang warga ditendang polisi. Globo menyebut video itu diambil di sebuah permukiman kumuh atau favela Sao Paulo.

    Asosiasi Masyarakat Paraisopolis mengecam aksi kekerasan yang dilakukan polisi. "Pagi ini, sekelompok pemuda tersudut dan dibunuh," ungkap pernyataan kelompok tersebut di media sosial. "Kami menuntut keadilan," lanjutnya.

    Paraisopolis adalah salah satu favela terbesar di Sao Paulo, yang total penghuninya berkisar 50 ribu. Banyak dari mereka tinggal di rumah kumuh di sepanjang area tersebut.



    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id