Arsitek Museum Louvre Meninggal Dunia

    Arpan Rahman - 18 Mei 2019 13:04 WIB
    Arsitek Museum Louvre Meninggal Dunia
    I M Pei berpose di depan Museum Louvre di Paris, Prancis. (Foto: AFP)
    Paris: I M Pei, arsitek di balik berbagai bangunan ternama termasuk museum Louvre di Paris, meninggal dunia di usia 102 tahun. Pei dikenal sebagai arsitek yang fokus terhadap presisi geometri dan pencahayaan natural.

    Pei tetap bekerja dengan baik meski di usia senja. Dia berhasil mendesain Museum of Islamic Art di Doha, Qatar, saat berusia 80-an. Museum tersebut adalah salah satu dari mahakaryanya.
    Ieoh Ming Pei lahir di Guangzhou, Tiongkok, pada 1917. Dia pindah ke Amerika Serikat di usia 18 tahun untuk belajar di Pennsylvania, MIT dan Harvard.

    Dia pernah bekerja sebagai ilmuwan riset untuk pemerintah AS selama Perang Dunia II. Setelah menjadi ilmuwan, Pei kemudian beralih ke dunia arsitektur, dan mendirikan perusahaannya sendiri di tahun 1955.

    Salah satu arsitek paling produktif di abad ke-20, Pei telah mendesain banyak kompleks pemerintahan, hotel, sekolah dan berbagai struktur lainnya di Amerika Utara, Asia serta Eropa.

    Gaya Pei disebut beraliran modern dengan tema kubus, yang terpengaruh dari kecintaannya terhadap arsitektur islami. Material favorit Pei adalah kaca dan baja dengan kombinasi beton.

    Museum Louvre sempat menjadi kontroversi atas bentuk piramida yang didesain Pei. Namun struktur kaca tersebut, selesai dibangun pada 1989, sekarang menjadi salah satu bangunan ikonik di Prancis.

    Hasil karya ternama lainnya meliputi Balai Kota Dallas dan juga Museum Miho di Jepang.

    "Saya meyakini bahwa arsitektur itu adalah seni pragmatis. Untuk menjadi sebuah seni, maka hasil karya itu harus dibangun di atas landasan kebutuhan," kata Pei pada suatu ketika, dikutip dari laman BBC, Jumat 17 Mei 2019.

    Beragam penghargaan dan hadiah telah diterima Pei, termasuk AIA Gold Medal, Praemium Imperiale for Architecture.

    Pada 1983, Pei telah mendapat penghargaan Pritzker Prize. Dewan juri mengatakan Pei "telah menciptakan ruang interior dan eksterio terindah pada abad ini."

    Uang hadiah senilai USD100 ribu atau setara Rp1,4 miliar digunakan Pei untuk memulai dana beasiswa bagi para mahasiswa Tiongkok yang ingin belajar arsitektur di Negeri Paman Sam.



    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id