comscore

India Kecam PM Pakistan yang Singgung Nuklir di PBB

Willy Haryono - 29 September 2019 19:01 WIB
India Kecam PM Pakistan yang Singgung Nuklir di PBB
PM Pakistan Imran Khan saat berpidato di Sidang Umum PBB di New York, AS, Jumat 27 September 2019. (Foto: AFP)
New York: India merespons pidato Perdana Menteri Pakistan Imran Khan di Sidang Majelis Umum ke-74 Perserikatan Bangsa-Bangsa terkait ketegangan di wilayah sengketa Kashmir. 

PM Khan menilai konflik terbuka antara Pakistan dan India, termasuk kemungkinan perang nuklir, bisa saja terjadi jika PBB dan komunitas global tidak segera mengambil tindakan.

 



Perwakilan India menilai PM Khan tidak sepantasnya menyinggung soal nuklir di panggung PBB.

Berikut keterangan tertulis Kedutaan Besar India yang diterima Medcom.id, Minggu 29 September 2019, terkait pidato PM Khan tersebut.

"Apa yang kita dengar hari ini dari Perdana Menteri Imran Khan dari Pakistan adalah penggambaran dunia yang tidak berperasaan dalam istilah biner. Kami vs Mereka; Kaya vs Miskin; Utara vs Selatan; Dikembangkan vs Berkembang; Muslim vs Lainnya," ujar perwakilan India yang juga berbicara di Sidang Umum PBB di New York, Amerika Serikat.

"Itu adalah sebuah upaya untuk mempertajam perbedaan dan membangkitkan kebencian, secara sederhana, ujaran kebencian. Ancaman PM Khan melepaskan untuk kekuatan nuklir dapat diartikan sebagai tindakan menyerempet bahaya, bukan kenegarawanan." sambungnya.

Selain soal nuklir, India menyinggung mengenai klaim PM Khan bahwa Pakistan tidak melindungi grup pemberontak atau teroris apapun. Hal ini terkait tudingan India bahwa banyak grup militan yang bersembunyi di wilayah sengketa Kashmir, dan Pemerintah Pakistan melindungi mereka.

"PM Khan telah mengundang Pengamat PBB ke Pakistan untuk memverifikasi bahwa tidak ada organisasi militan di Pakistan, dunia akan memegang janjinya untuk itu," sebut perwakilan India.

Ketegangan antara India dan Pakistan semakin meningkat usai New Delhi India mencabut status khusus Kashmir yang diatur dalam Pasal 370 konstitusi negara. Lewat pencabutan itu, India menganggap Kashmir bukan lagi wilayah sengketa, namun bagian utuh dari negara.
 
Kashmir terbagi antara India dan Pakistan -- dua negara pemilik kekuatan nuklir -- sejak berakhirnya kekuasaan kolonial Inggris pada 1947. Tetapi kedua negara sama-sama mengklaim kawasan secara keseluruhan.


(WIL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id