Kongres AS Diminta Lihat Langsung Kekejaman Israel

    Arpan Rahman - 21 Agustus 2019 04:56 WIB
    Kongres AS Diminta Lihat Langsung Kekejaman Israel
    Anggota Kongres Amerika Serikat (AS) Ilhan Omar dorong anggota Kongres AS kunjungi Israel. Foto: AFP.
    Minnesota: Anggota Kongres Amerika Serikat (AS) asal Minnesota, Ilhan Omar, meminta para koleganya mengunjungi Israel. Tujuannya guna mencegah Donald Trump dan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, "menyembunyikan kenyataan kejam pendudukan dari kita".

    Baca juga: Israel Larang Kunjungan Dua Muslim Anggota Kongres AS.

    Komentar Omar muncul menyusul keputusan Israel pekan lalu untuk menolak dia dan anggota kongres Michigan, Rashida Tlaib, masuk ke negara itu di tengah tekanan dari Trump. Omar menyebut keputusan Israel untuk memblokir kunjungan resmi yang direncanakan itu "layaknya upaya oleh sekutu Amerika Serikat untuk menekan kemampuan kita melakukan pekerjaan sebagai pejabat terpilih" dan mempertanyakan miliaran dolar dalam bantuan AS ke negara tersebut.

    "Sebagai legislator, kita memiliki kewajiban untuk melihat kenyataan di sana bagi diri kita sendiri," kata Omar kepada wartawan saat konferensi pers di negara bagian Minnesota di St Paul, Senin.

    "Jadi saya akan mendorong rekan-rekan saya untuk berkunjung. Bertemu dengan orang-orang yang akan kita temui, melihat hal-hal yang akan kita lihat, mendengar cerita yang akan kita dengarkan," tukasnya, dilansir dari Guardian, Selasa 20 Agustus 2019.

    Omar mengatakan keputusan Israel "tidak konsisten dengan demokrasi" dan tidak mencerminkan tindakan sekutu AS.

    Israel menjadi penerima utama bantuan luar negeri AS dan negara itu telah lama menikmati dukungan bipartisan. Tetapi keputusan Israel melarang masuknya anggota kongres mengancam akan merusak hubungan itu, terutama saat politikus Demokrat semakin kritis terhadap Netanyahu dan aliansinya dengan Trump.

    Tlaib menyamakan keputusan itu dengan larangan yang dikenakan pada anggota kongres yang ingin masuk ke Afrika Selatan selama apartheid pada 1972.

    "Sejarah memang memiliki kebiasaan berulang," kata Tlaib. Omar kemudian menambahkan bahwa perbedaan antara dulu dan sekarang adalah Pemerintah AS mempromosikan larangan tersebut saat para seteru bekerja aktif untuk mencabutnya.

    Dia menambahkan: "Kita harus bertanya, sebagai sekutu Israel, bahwa Netanyahu menghentikan ekspansi pemukiman di tanah Palestina dan memastikan hak penuh bagi Palestina jika kita ingin memberi mereka bantuan."

    Atas desakan Trump, Netanyahu menolak masuk ke Omar dan Tlaib, dua wanita Muslim pertama yang terpilih di kongres, atas dukungan mereka untuk gerakan Boikot, Divestasi dan Sanksi (BDS) bagi hak-hak Palestina.

    Israel kemudian mengalah dan mengatakan Tlaib yang lahir di Detroit dapat mengunjungi neneknya berusia 90 tahun, yang tinggal di Tepi Barat yang diokupansi, jika dia tidak mempromosikan boikot internasional Israel.

    Baca juga: Anggota Kongres AS Diizinkan Temui Neneknya di Palestina.

    Tlaib awalnya setuju tetapi, menghadapi kritik dari beberapa aktivis Palestina, dia berubah pikiran dan mengumumkan bahwa dia tidak akan bepergian ke negara itu di bawah "kondisi yang menindas yang dimaksudkan untuk mempermalukan saya".

    Trump telah berupaya menjadikan Omar, Tlaib, dan separuh lainnya dari empat anggota kongres yang dikenal sebagai "Skuat" -- yang semuanya adalah wanita kongres wanita progresif kulit berwarna -- wakil partai Demokrat.

    Lewat serangkaian tweet rasis, Trump berkata kepada anggota parlemen untuk "kembali" ke negara asal mereka. Semua adalah warga negara AS, dan hanya Omar yang tidak lahir di AS.

    Pada konferensi pers, Tlaib menggambarkan keputusannya untuk tidak melakukan kunjungan setelah menelepon keluarganya.



    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id