• DONASI PALU/DONGGALA :
    Tanggal 14 NOV 2018 - RP 51.052.810.215

  • Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (Mandiri - 117.0000.99.77.00) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

AS Sebut Kemungkinan Perangkat Lunak Cacat di Boeing 737 Baru

Arpan Rahman - 08 November 2018 18:53 wib
Ilustrasi Boeing (Foto:AFP)
Ilustrasi Boeing (Foto:AFP)

Washington: Regulator penerbangan Amerika Serikat memperingatkan kalangan maskapai penerbangan bahwa versi terbaru dari jet Boeing 737 memiliki potensi dalam perangkat lunak keselamatan-kritis. Pihak berwenang mengeluarkan peringatan menyusul kecelakaan di Indonesia pekan lalu di mana 189 orang meninggal.

Badan Penerbangan Federal (FAA) akan memerintahkan semua maskapai penerbangan yang mengoperasikan 737 Max untuk menuruti saran yang dikeluarkan sebelumnya oleh Boeing agar mengingatkan pilot bagaimana menangani informasi yang dapat membingungkan kru serta menyebabkan terbangnya menjadi menukik turun.

Pengumuman FAA menerangkan bahwa hasil awal penyelidikan kecelakaan menduga kesalahan perangkat lunak kemungkinan berperan membingungkan kru yang menerbangkan jet Lion Air hingga jatuh ke Laut Jawa pada 29 Oktober tidak lama setelah lepas landas dari Jakarta.

Data yang diambil dari salah satu kotak hitam pesawat menunjukkan bahwa pesawat itu mengalami masalah dengan kecepatan di empat penerbangan terakhir. Kecelakaan tersebut merupakan yang kali pertama melibatkan pesawat 737 Max 8.

Dilansir dari Financial Times, Kamis 8 November 2018, pernyataan FAA, memperkuat peringatan sebelumnya oleh Boeing yang mengungkapkan bahwa bahwa penerbangan Lion Air mengalami kesalahan input dari salah satu sensor angle of attack.

Peringatan mengacu pada sensor penting yang memantau perhitungan aerodinamis dari sudut sayap relatif terhadap aliran udara. Sensor memberi informasi kepada instrumen kokpit yang digunakan oleh pilot untuk menerbangkan pesawat secara manual, tetapi juga mengirimkan data langsung ke komputer penerbangan.

Data ini memungkinkan autopilot pesawat untuk menentukan apakah pesawat akan menngalami stall. Dalam beberapa situasi, autopilot pada 737 Max akan menggantikan pilot yang menerbangkan pesawat secara manual dan mencoba menekan ujung depan pesawat jika mendeteksi kemungkinan stall.

Nick Cunningham, analis kedirgantaraan di Agency Partners, mengatakan peringatan tersebut adalah hal yang biasa. Ia menambahkan bahwa peringatan biasanya diteruskan produsen pesawat ke maskapai penerbangan.


(WAH)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.